Erwin Prasetyo

Web Designer dari Indonesia

Tentang varian linux: Slax , linux yang ringan dan powerfull yang di install di USB

Linux banyak sekali jenis variannya, beserta varian turunannya. Ada yang untuk ini ada yang untuk itu. Tampilannya pun sangat menarik. Ndak ada salahnya untuk mencoba coba beberapa varian linux. Untuk yang masih coba-coba mungkin Live Cd linux menjadi salah satu alternatif, tetapi kita tidak bisa menyimpan bila kita melakukan perubahan pada dokumen. berbeda dengan linux yang diinstall di USB flashdisk, selain kita bisa melakukan aktifitas simpan dokumen USB ini juga ringan dibawa kemana-mana. Install di rumah kemudian dipakai di kampus atau di kantor tidak masalah

salah satunya adalah slax.
situs resminya adalah : http://www.slax.org/

Slax is a Linux Live CD operating system based on Slackware. It does not need to be installed on a computer system’s hard drive; it boots and runs from either a CD or USB drive. There is also an option to run Slax from RAM. SLAX was developed by Tomáš Matějíček in Czech republic using the Linux Live scripts.

Slax 6 was released on 2008-02-12.

Untuk lebih jelasnya saya kutip sebuah artikel yang membahas tentang slax

Yuk, Membangun Distro Linux Sendiri

bc

Slax merupakan salah satu jenis distribusi (distro) Linux yang berbasis Slackware dan juga merupakan salah satu distro dengan kemampuan bootable (dapat dijalankan langsung dari CD atau USB tanpa proses instalasi) dan dapat didowload di “www.slax.org”. Disitusnya ini Slax dibagi menjadi beberapa jenis distro, antara lain:

1. SLAX Standard Edition, adalah sistim operasi Slax dengan ketersediaan aplikasi yang luas dan dilengkapi dengan sistem Xwindow dan lingkungan desktop KDE.

2. SLAX KillBill Edition, adalah sistim operasi Slax yang mampu menjalankan beragam aplikasi Windows di Linux. Linux ini dilengkapi dengan desktop KDE, Wine, Dosbox dan Qemu.


3. SLAX Server Edition,
adalah sistem operasi yang banyak menyediakan layanan Internet atau jaringan seperti: DNS, DHCP, HTTP, FTP, MySQL, SMTP, POP3, IMAP , dan SSH.


4. Minimalistic SLAX.
Versi Slax yang hanya menggunakan memori sistem sebesar 128MB untuk bisa bekerja dengan ukuran file keseluruhan yang cukup mini (sekitar 50MB).


5. SLAX Popcorn Edition,
adalah sistem operasi Slax yang bisa disimpan dan dijalankan pada flash disk berukuran 128MB. Versi ini cuma berisikan aplikasi XFce Desktop, Mozilla Firefox, beep-XMMS, Gaim, dan AbiWord.

6. SLAX Frodo edition, adalah sistem operasi Slax yang hanya menyediakan perintah baris (Console) tanpa ketersediaan dekstop grafis.


7. SLAX Boot CD,
adalah sistem operasi Slax yang bisa dijalankan dari USB Flash jika tidak bisa booting secara langsung dari komputer. Dapat juga digunakan boot Slax untuk menjalankan ISO Slax yang berada di harddisk.

Memahami cara kerja Linux Slax.

Ketika komputer boot dari Live CD atau USB Flash, langkah pertama yang dilakukan Slax adalah memuat image kernel (vmlinuz). Setelah itu membuat 4 MB RAMdisk dalam komputer Anda. Image rootdisk (initrd.gz) kemudian dimuat ke dalamnya dan dikaitkan sebagai sistem file root. Direktori besar (seperti /usr) akan dikaitkan langsung dari CDROM.

Apa yang menjadi kelebihan dari distro ini sehingga dijadikan sebagai pilihan utama dalam menulis artikel ini adalah:

1. Linux Slax dapat dijalankan secara Live (CD dan USB Flash), serta juga dapat diinstall di harddsik atau USB FlashDisk atau baragam media storage lainnya (SDCard, MMC, MiniSD, MemoryStick).

2. Instalasi software yang akan digunakan cukup dengan mengumpulkannya di direktori /gmodule.h, dengan bantuan software yang dijalankan di Windows yaitu MySlax Creator (http://myslax.bonsonno.org/files/MySLAX_Creator.exe) atau biasa disebut dengan tools Remastering. Sehingga tidak perlu lagi melakukan instalasi software saat mengoperasikan Linux Slax, seperti menjalankan perintah /gmake install.h. Tetapi bukan berarti Anda tidak dapat melakukan instalasi aplikasi di Linux Slax, karena Linux Slax dapat melakukan instalasi saat sedang digunakan.

3. Untuk instalasi software atau module hanya bisa dilakukan dengan ekstensi file *.mo. Sedangkan software, aplikasi, dan driver dalam bentuk *.deb, *.tgz, atau *.rpm harus terlebih dahulu dikonversi ke *.mo (lihat: Konversi Ekstensi Aplikasi)

4. Karena sistem operasi Linux dibuat oleh banyak pengembang, maka file-file module Slax yang siap di remastering tanpa perlu lagi dikonversi dapat Anda ambil di http://www.slax.org/modules.php. Situs ini menyediakan beragam jenis aplikasi dan driver. Anda pun dapat menyumbang modul buatan sendiri dan menguploadnya di situs tadi.

5. Jika Anda ingin segera bermigrasi ke Linux tanpa harus menginstallnya ke harddisk inilah pilihan distribusi Linux yang tepat.

6. Tidak seperti distro Liove CD lainnya yang tidak dapat menyimpan konfigurasi sistem, di disto ini Anda bisa membuat remastering yang dioperasikan pada USBFlash dengan bantuan modul “DataSave” (www.slax.org/modules.php?category=system&id=1193&name=DataSave+Module).Dalam hal ini ini jika Anda pernah menyunting file seperti file *.conf, konfigurasi wallpaper dan screen saver, shorcut menu, icon dan lain-lain, Anda tidak perlu pusing lagi dengan kegiatan konfigurasi ulang saat booting.

7. Tidak seperti Live CD Linux dari distro lainnya yang hanya bisa dijalankan menggunakan CD-ROM, Linux slax yang dapat booting dari USB Flash memiliki kemampuan loading yang lebih cepat saat menjalankan aplikasinya dibandingkan jika menggunakan CD-ROM.

8. Dengan alokasi raung memori yang cukup besar, Linux Slax bisa bekerja lebih cepat, karena image rootdisk dan direktori-direktori besar lainnya dapat disalin ke memori. (Hal ini dapat dilakukan saat pertama kali melakukan remastering)

9. Dengan Linux Slax orang awam ,bahkan petugas sweeping (yang tidak terlatih), dapat terkecoh karena tidak mengenali lagi yang mana distro Linux dan mana Windows XP. Ini berkat kemampuan Linux Slax yang dapat mengubah tampilan antarmukanya menjadi mirip Windows XP (bahkan lebih indah). Gambar di bawah adalah hasil perubahan tampilan Slaxdengan dengan penambahan aplikasi Superkaramba Liquid Weather++ dan KXDocker Taskbar ala MacOS.

Salah satu distro yang pernah dibangun penulis adalah wireless hacking. Dan disesuaikan dengan peralatan yang penulis miliki terkait driver atau modul library lain. Anda pun dapat membangun secara khusus distro sesuai keinginan dengan melakukan remastering file ISO Linux Slax yang berukuran 192MB. Ini bisa digunakan untuk beragam kebutuhan, seperti: Web design, mail server, tools networking, dan lain-lain.

Salah satu distro berbasis linux slax yang cukup terkenal dkarena dirancang khusus untuk keamanan jaringan dan memiliki aplikasi hacking dan monitoring adalah Backtrack.

Buat Anda yang alergi terhadap Linux hingga berefek menggaruk kepala, telinga, leher atau kening karena diwajibkannya penggunaan linux di tempat Anda. Maka hal ini dapat diatasi dengan menggunakan Linux Slax. Sedikit demi sedikit penyakit alergi tadi akan hilang dengan sendirinya dan Slak pun bakal menjadi selingkuhan Anda yang baru. Kedepannya Linux Slax dapat Anda jadikan sistem operasi pilihan utama, sementara sistem operasi Windows, ceraikan saja!

Kebutuhan Sistem Minimal Linux Slax

Slax mengharuskan Anda memiliki setidaknya 32 MB memori untuk bisa beroperasi dengan baik. Lebih lengkapnya sistem minimal haruslah memiliki:

PC Kemampuan boot :

- CD-ROM
– USB FlashDisk
– mass storage device lainnya

Memori :

- 36 MB untuk boot Slax.
– 96 MB untuk menjalankan Xwindow dengan FluxBox
– 144 MB untuk menjalankan Xwindow dengan KDE
– 328 MB memungkinkan untuk dicopy ke RAM

Prosesor :

Sistem berbasis i486 atau lebih (Pentium atau AMD)

Komponen lain :

- Keyboard
– PS/2 or USB mouse

Harddisk :

Tidak membutuhkan harddisk

Persiapan dan Langkah Remastering

Sebelum membuat remastering Linux Slax terlebih dahulu tentukan apakah remastering Anda akan langsung direkam ke CD, disimpan ke USB Flash, atau akan dibuat file ISO-nya.

Berikut langkah-langkah Re-mastering :

  1. Install MySlax Creator pada sistem operasi Windows. Aplikasi ini bisa Anda dapatkan di “http://myslax.bonsonno.org/files/MySLAX_Creator.exe”. Lalu jalankan aplikasi MySlax Creator. Selanjutnya tekan tombol “Next”.

  1. Pilih opsi “ISO Default” dan tentukan nama file ISO yang sudah Anda download di “http://www.slax.org/download.php”. Kemudian tekan tombol “Next”.

  1. Tentukan modul pada kolom “Available Module” atau masukkan modul atau aplikasi yang sudah Anda download di “www.slax.org/modules.php”. Sebelum memasukkan modul pada kolom “Add” di direktori modul, pastikan agar jangan sampai ada modul yang sama dalam File ISO standar Linux Slax. Untuk mengetahui modul yang sudah ada pada file ISO standar dapat dilihat di “www.slax.org/installed_packages.txt”.

  1. Pilih modul dalam CD atau file ISO yang tidak ingin Anda gunakan. Hal ini penting untuk melakukan penyuntingan sejumlah modul atau dapat juga mengurangi jumlah modul standar di file ISO. Melakukan ini juga bisa memengaruhi kecepatan loading sistem operasi yang Anda buat. Karena sistem operasi hanya berisikan sejumlah aplikasi yang Anda butuhkan. Jika sudah, tekan tombol ”Next”.

  1. Langkah selanjutnya menentukan pilihan booting Slax. Beberapa pilihan yang tersedia terbagi atas:

  1. Start Xorg = Mengkonfigurasi antarmuka GUI

  2. Hardware = Menentukan hardware yang tidak digunakan

  3. Root Password = Menanyakan password root

  4. Web Config = Menanyakan p[assword Web Config

  5. CD Copy2Ram = Ini sangat penting jika Anda memiliki ruang memori yang cukup untuk menjalankan aplikasi dengan akselerasi yang cepat.

  6. Boot Options = Jika Anda akan melakukan booting dari pilihan yang ada.

  7. Custom KDE/XFCE Wallpaper = Jika Anda ingin mengganti background wallpaper default dari distro yang dibuat.

  8. MyRoot Copy Folder = Jika Anda ingin memasukkan file-file yang dibutuhkan kedalam CD-ROM, USBFlash, atau ISO.

6. Dalam tahap ini, jika Anda cuma ingin membuat file ISO, proses remastering Linux Slax cukup sampai disini. Tetapi jika distro yang sudah dibuat ingin direkam ke CD, lanjutkan ke tahap berikutnya dengan menekan tombol “Next”.

Perhatikan: Jika ternyata ditemukan modul yang sama, Slax tidak melanjutkan proses remastering berikutnya dan akan tampil informasi seperti gambar dibawah. Solusinya, coba periksa file CreateISO.log untuk mengetahui kemungkinan adanya modul yang sama. File CreateISO.log terdapat pada folder C:-MySLAXTemp.

7. Sekarang saatnya merekam file ISO remastering yang sudah dibuat.

Tip: Jika Anda menginginkan file remastering dapat dijalankan di USB flash, tekan tombol “Create USB Stick” di tahap 7. Perhatikan bahwa sistem akan memformat ulang USB Flash Anda.

Konversi Ekstensi Aplikasi

Proses mengkonversi aplikasi dengan ekstensi “*.tgz” ke “*.mo” cukup mudah, karena sudah tersedia tools MySlax Modulator yang merupakan salah satu tools dari aplikasi MySlax Creator.

Sedangkan jika ingin mengubah ekstensi aplikasi yang dijalankan dari distro Debian ke modul Slax, proses konversinya harus dilakukan langsung di atas linux slax itu sendiri. Jika enggan untuk mereboot PC Anda, cukup gunakan aplikasi mesin virtual seperti VMWare atau Virtual Box. Cara konversinya pun cukup mudah. Hanya dengan menggunakan konsol Linux dengan perintah seperti yang ditunjukkan gambar di bawah.

Atau dapat juga dilakukan dengan perintah:

root@slax~#tgz2mo [file.tgz] [simpan.mo]

Sedangkan untuk mengkonversi aplikasi dari Linux Redhat dengan ekstensi file “*.rpm” ke “*.mo” agar dapat digunakan pada proses remastering. Gunakan modul “rpm2mo” yang bisa didownload di “http://www.slax.org/modules.php?action=download&id=647”. Setelah berhasil di download, cobalah menjalankan perintah berikut pada konsol.

root@slax~#rpm2mo [file.rpm] [simpan.mo].

Mulai Mengoperasikan Linux Slax

Untuk memulai Slax boot PC dari media remastering Anda seperti CD-ROM, USBFlash atau media simpan lain. Saat proses, Slax akan meminta user dan password login (default user = root , Default Password = toor ).

Setelah login, Anda dapat menggunakan pilihan perintah berikut untuk melakukan konfigurasi.

MC, untuk melakukan perintah Edit, Copy, Move, Create, dan Delete file.

Startx ,untuk menjalankan antarmuka grafis Xwindow dengan resolusi layer 1024×768 dan refresh rate 75Hz.

Xconf , perintah untuk mengkonfigurasi grafik dengan mencari resolusi terbaik dari monitor.

Tip dan Trik Untuk Anda

1. Jika Anda sulit mendapatkan aplikasi “*.tgz” atau “*.deb” maka cobalah mamakai aplikasi rpm karena lebih mudah ditemukan. Salah satu situs yang menyediakan aplikasi berformat rpm adalah “http://rpm.pbone.net”. Situs ini juga dilengkapi dengan fasilitas search engine untuk memudahkan Anda mencari aplikasi rpm yang diinginkan. Situs lain yang juga menyediakan aplikasi berbasis Slackware adalah “http://packages.slackware.it“.

2. Jika ingin menampilkan Linux Slax dengan displai yang lebih memukau agar mampu mengalahkan style WindowsXP, cobalah mendownload file SuperKaramba LiquidWeather++ for Linux Slax di “http://www.slax.org/modules.php?action=download&id=1331

3. Jika anda menginginkan tampilan Taskbar ala MacOS, Anda dapat menggunakan aplikasi atau modul KXdocker yang dapat didownload di http://www.slax.org/modules.php?action=download&id=948

4. Jika mengingingkan agar slax berjalan lebih cepat saat mengakses aplikasi – aplikasinya, hal ini bisa dilakukan saat proses remastering dengan menentukan opsi “copy2ram” pada menu Modify Boot Options. Dengan syarat ruang memori di RAM harus lebih besar dari hasil remastering file ISO. Besaran RAM yang terpakai harus 40% lebih besar dari besaran file ISO yang akan disalin ke RAM.

5. Jika Anda ingin menjadikan Linux Slax pilihan utama dalam penggunaan PC sehari-hari sehingga dibutuhkan penginstallan Linux Slax ke harddsik. Cobalah menggunakan modul atau aplikasi “Slax Installer (from c-lite)” yang dapat Anda download di “http://www.slax.org/modules.php?action=download&id=1027”.

6. Cukup repot saat menjalankan Linux Slax dalam konsol login (bukan cuma Linux Slax, karena beberapa distro L:inux lainnya seperti ini juga) karena setiap akan memasuki displai KDE terlebih dahulu harus mengetik perintah “startx” terlebih dahulu. Hal ini dapat Anda atasi dengan menggunakan modul KDE GUI Login yang dapat di downloadhttp://www.slax.org/modules.php?action=download&id=2393”. Jika menginkan tanpa menggunakan perintah baris “Xconf”, Anda dapat menggunakan modul Autoconf yang dapat didownload di “http://www.slax.org/modules.php?action=download&id=1819”. Hal ini bertujuan untuk meniru loading Windows XP.

7. Jika Anda memiliki ruang memori yang terbatas dan membutuhkan file swap untuk menyimpan file-file temporary, Anda bisa menyimpannya di harddisk atau USB flash. Untuk membuat file swap harus dilakukan pada konsol dengan perintah baris.

8. Anda juga bisa membuat tampilan Slax menjadi mirip Windows XP dengan memasang aplikasi KDE-XP dan menjalankan software untuk Windows.

Dari beberapa distro yang penulis gunakan, terus terang belum ada yang semudah Linux slax ini, mulai dari proses remastering-nya, fleksibilitas penyimpanan di USB Flash, ISO atau Live CD, sampai kemudahan mendapatkan aplikasi. (LSF)

disalin dari: http://johanpratama.wordpress.com/2008/11/14/yuk-membangun-distro-linux-sendiri/

About these ads

Filed under: Komputer, ,

6 Responses

  1. Aris Munandar mengatakan:

    Mas saya mau minta tolong mas!
    mas saya pengguna baru Slax,saya suda baca postingan mas tapi saya masi bingung malah saya tampah bingung lagi seetelah baca artikel mas,ya saya rasa bukan dari artikel yang mas posting melainkan karena pemahaman saya terhadap slax sangat minim mas.
    Yang saya mau tanyakan
    1.bagaimana saya memulai slax dengan baik?
    2.saya mau instal modem saya tapi saya binggung cara instalnya gimana ya mas?modem saya vodafone !
    mas kalau bisa tolong bantu saya ya mas?
    dan kalau bole jawabannya di kirim ke email saya mas,email:arismunandar_02@yahoo.co.id atau mampir ke gubuk saya mas:http://arismunandar02.blogspot.com/
    makasih sebelumnya mas,sukses trus buat mas.

  2. erwinprasetyo mengatakan:

    @Aris: saya coba jawab yah
    1. mungkin aris bingung karena kendala bahasa juga yah, untuk mempermudahnya coba pas waktu buka situs http://www.slax.org/ , kan ada opsi untuk melihat situsnya dalam bahasa indonesia ‘id‘ letaknya ada di bawah menu sebelah kanan. Tentukan juga tujuannya maksutnya gini, tujuannya make slax itu untuk apa, kalo memang serius banget mau pake linux portable mending install ubuntu di FD yang besarnya 8gb. Tapi kalau sekedar ingin punya OS portable slax sudah lumayan ok, walau kalau untuk serius sayah rasa masih kurang nyaman. Saya sendiri memakai slax untuk mengamankan data pada OS windows yang rusak.

    2. lihat kembali jawaban No.1. Slax tidak cocok untuk kepentingan yang serius dan untuk pemakaian harian… :D

  3. Rahmat mengatakan:

    pingin juga mencoba remastering slax.

  4. erwinprasetyo mengatakan:

    @Rahmat: yuk download… slax di http://www.slax.org/ ^^

  5. Aris Munandar mengatakan:

    Makasih mas atas Infonya!!!
    Mas saya mau belajar linux lebih dalam lagi,
    Dan kalau boleh minta bantuannya mas,kalau saya ingin belajar linux ,linux apa ya yang harus saya pelajari sebagai awal untuk belajar?
    soalnya saya mau download os’y tapi bingung mau belajar yang mana?
    ya ,mungkin mas bisa memberikan sedikit gambaran ?
    makasih sebelumnya mas?

  6. erwinprasetyo mengatakan:

    kalau untuk mempelajari linux bisa memulai dengan menggunakan linuxmint. Karena versi linux ini menggunakan Debian dan support dengan berbagai plugin seperti mp3 dan video. tidak seperti ubuntu yang mesti install sana dan sini.

    Aplikasi bawaaan linuxmint saya rasa sudah cukup lengkap sekali, ada software grafis, ofiice dsb..

    http://www.linuxmint.com/

    kalau mau ketemuan bisa ketemu dengan saya di Universitas Mercubuana, Jakarta barat

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klik untuk mengenal lebih jauh Erwin

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

Erwin berkata….

RSS gurudesain

  • Eight Ways To Get More Attention To Your Design 01/03/2015
    Eight Ways To Get More Attention To Your Design ift.tt/1CA27x4 #gurudesain Posting Eight Ways To Get More Attention To Your Design ditampilkan lebih awal di Guru Desain.
    Erwin Prasetyo
  • Designers: Start Coding With uilang 28/02/2015
    Designers: Start Coding With uilang ift.tt/1EgAPf4 #gurudesain Posting Designers: Start Coding With uilang ditampilkan lebih awal di Guru Desain.
    Erwin Prasetyo
  • Infographic: 18 Rules For Designing With Text 27/02/2015
    Infographic: 18 Rules For Designing With Text ift.tt/1FSmQ09 #gurudesain Posting Infographic: 18 Rules For Designing With Text ditampilkan lebih awal di Guru Desain.
    Erwin Prasetyo
  • Matt Cooper Shares His Experience Designing Line 26/02/2015
    Matt Cooper Shares His Experience Designing Line ift.tt/1EgtwUQ #gurudesain Posting Matt Cooper Shares His Experience Designing Line ditampilkan lebih awal di Guru Desain.
    Erwin Prasetyo
  • Mastering WooCommerce Actions and Filters http://t… 25/02/2015
    Mastering WooCommerce Actions and Filters ift.tt/1BU3o4H #gurudesain Posting Mastering WooCommerce Actions and Filters http://t… ditampilkan lebih awal di Guru Desain.
    Erwin Prasetyo
  • How We Work, 2015:  Dave Greenbaum’s http://t.co/3… 25/02/2015
    How We Work, 2015:  Dave Greenbaum’s ift.tt/1DoH5Sr #gurudesain Posting How We Work, 2015:  Dave Greenbaum’s http://t.co/3… ditampilkan lebih awal di Guru Desain.
    Erwin Prasetyo
  • ebook jQuery Trickshots – Gratis oleh @tutorialzin… 24/02/2015
    ebook jQuery Trickshots – Gratis oleh @Tutorialzine Posting ebook jQuery Trickshots – Gratis oleh @tutorialzin… ditampilkan lebih awal di Guru Desain.
    Erwin Prasetyo
  • “Ora Teapot by Paul Loebach” http://t.co/BszGfifOK… 24/02/2015
    “Ora Teapot by Paul Loebach” mocoloco.com/archives/03024… #webdesignerjournal by erwnprstyo #gurudesain Posting “Ora Teapot by Paul Loebach” http://t.co/BszGfifOK… ditampilkan lebih awal di Guru Desain.
    Erwin Prasetyo
  • karya seni lebih sering menggambarkan khayalan, d… 24/02/2015
    karya seni lebih sering menggambarkan khayalan, desain lebih sering menggambarkan harapan #gurudesain Posting karya seni lebih sering menggambarkan khayalan, d… ditampilkan lebih awal di Guru Desain.
    Erwin Prasetyo
  • Corporate branding for Helvetia Trust 24/02/2015
    Corporate branding for Helvetia Trust ift.tt/1Dx1GoJ #gurudesain Posting Corporate branding for Helvetia Trust ditampilkan lebih awal di Guru Desain.
    Erwin Prasetyo

Blog Stats

  • 124,975 hits
web stats
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: