you're who you choose to be…

Self Employed Web Designer and Web Developer. Still learn to be a great Web Designer…

Kuburan sebagai tempat ibadah

ritual kesyirikan, Demi Allah jangan ditiru...♥ Dalam riwayat Imam Bukhori dan Muslim, Aisyah juga berkata : ketika Rasululloh akan diambil nyawanya, beliaupun segera menutup mukanya dengan kain, dan ketika nafasnya terasa sesak maka dibukanya kembali kain itu. Ketika beliau dalam keadaan demikian itulah beliau bersabda :

“لعنة الله على اليهود والنصارى، اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد”

“Laknat Alloh ditimpakan kepada orang-orang yahudi dan Nasrani, yang telah menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat peribadatan”

♥ Imam Muslim meriwayatkan dari Jundub bin Abdullah, dimana ia pernah berkata : “Aku pernah mendengar Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam bersabda lima hari sebelum beliau meninggal dunia :

“إني أبرأ إلى الله أن يكون لي منكم خليلا، فإن الله قد اتخذني خليلا كما اتخذ إبراهيم خليلا، ولو كنت متخذا من أمتي خليلا لاتخذت أبا بكر خليلا، ألا وإن من كان قبلكم كانوا يتخذون قبور أنبيائهم مساجد، ألا فلا تتخذوا القبور مساجد فإني أنهاكم عن ذلك”

“Sungguh, Aku menyatakan setia kepada Alloh dengan menolak bahwa aku mempunyai seorang khalil (kekasih mulia) dari antara kalian, karena sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan aku sebagai kekasihNya, sebagaimana Ia telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasihNya, seandainya aku menjadikan seorang kekasih dari umatku, maka aku akan jadikan Abu Bakar sebagai kekasihku. Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya umat-umat sebelum kalian telah menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat ibadah, dan ingatlah, janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai tempat beribadah, karena aku benar-benar melarang kalian dari perbuatan itu”.

♥ Dan Imam Ahmad meriwayatkan hadits marfu’ dengan sanad yang jayyid, dari Ibnu Mas’ud, bahwa Nabi Muhammad ShallAllohu’alaihi wa Sallam bersabda :

“إن من شرار الناس من تدركهم الساعة وهم أحياء، والذين يتخذون القبور مساجد”.

“Sesungguhnya, termasuk sejelek-jelek manusia adalah orang yang masih hidup saat hari kiamat tiba, dan orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah (masjid)” (HR. Abu Hatim dalam kitab shohehnya).

## Foto oleh akh Iswandi Al-Maedani ##
.•*´¯`♥♥♥¸¸.•*´¯`♥♥¸.•*´¯`♥♥♥¸¸.•*´¯`♥♥¸.•*´¯`♥♥♥¸¸.•*´¯`♥♥

♥ Kepada Saudara/i ku silahkan lihat keseluruhan foto-foto yang ada di Album ini. Karena Insya Allah akan ada banyak manfaat berupa pengetahuan tentang praktek-praktek ritual kemusyrikan yang ada di masyarakat dan penjelasan tentang hal tersebut.

♥ Saya juga mengajak kepada saudara/i sekalian untuk ikut berpartisipasi membantu saya melengkapi Gallery album ini. Jiika anda memiliki gambar-gambar eksklusif tentang praktek ritual kemusyrikan yang ada di sekitar tempat tinggal atau kampung halaman, silahkan kirim gambar tersebut ke alamat :
andi.priy@yahoo.com

♥ Foto/gambar yang sesuai dengan kriteria akan saya publish dan InsyaAllah dengan tetap mencantumkan nama pengirim/pemilik gambar tersebut. Semoga menjadi amal Ibadah kita dalam rangka menegakkan kalimat Tauhid, mensucikan Asma Allah, dan memberantas kemusyrikan demi tegaknya Al-Islam di muka bumi.

artikel dari: http://www.facebook.com/photo.php?pid=224755&id=100000526346382#!/photo.php?pid=226093&id=100000526346382&fbid=129338767093667

Filed under: Nasihat,

JIKA KUBUR DIJADIKAN TUHAN!

ritual kesyirikan

Apakah ada kubur yang dijadikan tuhan? Begitu mungkin pertanyaan yang muncul dari pembaca ketika membaca judul buletin ini. Karena setiap orang tahu, bahwa yang berhak disembah hanyalah Alloh Ta’ala. Sedangkan menyembah selain Alloh merupakan dosa besar yang paling besar. Semoga pertanyaan ini segera sirna, setelah menela’ah apa yang akan kami sampaikan di bawah ini.

ISYARAT NABI ‘alaihi ash-sholatu was salam.
Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sudah mengisyaratkan tentang penyembahan terhadap kubur itu di dalam banyak hadits-hadits yang shahih. Antara lain hadits di bawah ini:
عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا يُعْبَدُ اشْتَدَّ غَضَبُ اللَّهِ عَلَى قَوْمٍ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

Dari ‘Atho’ bin Yasar, bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdoa: “Wahai Alloh janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai berhala (tuhan yang disembah), besar murka Alloh terhadap orang-orang yang menjadikan kubur-kubur Nabi-Nabi mereka sebagai masjid-masjid”. (HR. Malik, di dalam kitab Al-Muwaththo’, no: 376)

Hadits ini mursal (termasuk lemah), namun dikuatkan oleh hadits-hadits yang lain sehingga menjadi shahih. Oleh Karena itu Syaikh Al-Albani menshahihkannya di dalam kitab Tahdzirus Sajid, hlm: 18, 19. Di antara hadits yang menguatakan adalah hadits di bawah ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا لَعَنَ اللَّهُ قَوْمًا اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

Dari Abu Huroiroh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (beliau pernah berdoa): “Wahai Alloh janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai berhala (tuhan yang disembah), Alloh melaknat orang-orang yang menjadikan kubur-kubur Nabi-Nabi mereka sebagai masjid-masjid” (HR. Ahmad, di dalam kitab Musnad, juz: 2, hlm: 246)

Syaikh Dr. Sholih bin Abdulloh Al-Fauzan –ulama anggota Majlis Fatwa Saudi- berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam khawatir akan terjadi di kalangan umatnya apa yang telah terjadi pada orang-orang Yahudi dan Nashoro terhadap kubur-kubur Nabi-Nabi mereka, yaitu yang berupa ghuluw (sikap melewati batas) terhadap kubur-kubur itu sehingga kubur-kubur itu menjadi berhala-berhala. Maka beliau memohon kepada Robbnya agar tidak menjadikan kubur beliau demikian itu. Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan sebab kemurkaan dan laknat Alloh menimpa orang-orang Yahudi dan Nashoro, yaitu apa yang telah mereka lakukan terhadap kubur-kubur Nabi-Nabi mereka, sehingga mereka merubahnya menjadi berhala-berhala yang disembah. Maka mereka terjerumus di dalam syirik yang besar yang bertentangan dengan tauhid”. (Al-Mulakhkhos Fii Syarh Kitab At-Tauhid, hlm: 144-145) Baca entri selengkapnya »

Filed under: Nasihat,

Menghias kuburan

ritual kesyirikanFATWA “LAJNAH DAIMAH LIL BUHUTS AL-ILMIAH WAL IFTA”
{Komite Tetap Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa ~ Saudi Arabia)
…….
>> PERTANYAAN :
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Di negeri kami terdapat kuburan seseorang yang disebut-sebut sebagai orang shalih. Diatas kuburan itu dibangun sebuah bangunan yang indah dan dihiasi dengan hiasan-hiasan yang sempurna. Ada orang-orang yang menjadi penunggunya yang disebut sebagai pewaris jabatan penunggu kubur tersebut secara turun temurun. Mereka menyeru manusia dengan berkata : “Sesungguhnya penghuni kuburan ini pada malam ini telah berkata begini dan begitu, dan meminta ini”. Orang-orang yang tinggal di sekitar kuburan itu kemudian terpikat hatinya dan meyakini setiap yang dikatakan penunggu kuburan tersebut. Akhirnya, mereka melakukan taqarrub (mendekatkan diri), thawaf (berkeliling), dan penyembelihan hewan (di kuburan tersebut) serta hal-hal lain. Apa hukum mereka yang meyakini bahwa wali (penghuni kuburan) tersebut mampu mendatangkan manfaat atau madharat ? Apa saja kewajiban orang yang mengetahui bahwa hal-hal yang seperti itu bertentangan dengan syariat, sementara dia tinggal bersama mereka ?

>> JAWABAN :
Petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tenatng ziarah kubur telah dijelaskan di dalam hadits-hadits yang shahih. Di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahih-nya dari Buraidah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mengajarkan kepada mereka (para sahabatnya) jika mendatangi pekuburan agar mengucapkan.

“Artinya : Keselamatan atas kalian, wahai penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin. Kami insya Allah akan menyusul kalian. Kalian adalah pendahulu kami. Aku meminta kepada Allah kesejahteraan untuk kami dan kalian” [Ahmad II/300, 375,408. V/353,359,360. VI/71,76,111,180,221. Muslim dengan Syarh Nawawi VII/44,45. Nasa’i IV/94 dan Ibnu Majah I/494]

Imam Ahmad dan Tirmidzi –dan dia menyatakan hasan- meriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati pekuburan Madinah, maka beliau menghadapkan wajahnya ke arah pekuburan itu dan berkata.

“Artinya : Keselamatan atas kalian, wahai penghuni kubur. Semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian pendahulu kami dan kami akan mengikuti” [Hadits Riwayat Tirmidzi III/369]

Para Khalifah yang Empat dan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain serta Tabi’in yang mengikuti mereka dengan baik telah menjalankan petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut.

Mereka yang mendatangi penghuni kubur itu, jika mereka melakukannya untuk berdoa kepada Allah di sisi kubur tersebut dengan sangkaan bahwa yang demikian itu lebih bermanfaat dalam berdo’a, sekaligus dengan tujuan ber-tawassul (menjadikannya sebagai perantara) dan meminta syafaat dengannya, MAKA YANG DEMIKIAN INI TIDAK ADA DALAM SYARI’AT AGAMA. Sedangkan wasilah (sarana/perantara) memiliki hukum yang sama dengan hukum tujuan dalam hal pelarangan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Katakanlah, ‘Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai sesembahan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan) langit dan bumi, dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagiNya” [Saba : 22]

Ayat ini menunjukkan bahwa (ilah/sesembahan) yang diseru (selain Allah) bisa jadi memiliki (kekuasaan di langit dan bumi) atau bisa pula tidak. Jika dia tidak memiliki, maka bisa jadi dia adalah sekutu (bagi Allah dalam kekuasaanNya itu), atau bisa juga bukan. Jika dia bukan sekutu (bagi Allah), bisa jadidia pembantu (bagi Allah), atau bisa juga bukan. Jika dia bukan pembantu (bagi Allah), maka bisa jadi dia adalah pemberi syafaat tanpa –harus mendapat- izin dari Allah, atau bisa pula bukan. Dan keempat macam (yang diseru) ini adalah batil, tidak bisa diterima. Lalu yang terakhir jelas bahwa pemberi syafaat tidaklah dapat memberi syafaat melainkan denan izin-Nya (dan ini syarat pertama, pent). Sedangkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berikut.

“Artinya : Dan mereka tidak memberi syafa’at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah” [Al-Anbiya : 28]

Menunjukkan bahwa keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada yang disyafaati –juga- merupakan sarat. Inilah dua syarat (dalam memperoleh) syafaat.

Para sahabat Radhiyallahu ‘ajmain dahulu tidaklah ber-tawassul dengan zat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang mereka lakukan adalah meminta Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam supaya mendo’akan mereka. Jadi, memita tolong kepada orang yang hadir (ada di tempat), masih hidup lagi mampu memberi bantuan adalah dibolehkan, namun tidak boleh meminta sesuatu yang merupakan hak Allah Azza wa Jalla. Ini untuk orang yang masih hidup. Adapun orang yang sudah mati, tidak boleh ber-tawassul dan meminta syafaat kepadanya secara mutlak, bahkan itu merupakan salah satu di antara perantara-perantara menuju KESYIRIKAN.

Adapun orang yang ber-I’tikaf (tinggal berdiam) di kuburan tersebut, maka (keadaannya) tidak lepas dari dua perkara yang berikut.

Pertama.
Tujuannya, ber-it’ikaf disana adalah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka yang seperti ini TIDAK BOLEH dilakukan karena padanya terkumpul dua bentuk kemaksiatan (penyelewengan), yaitu bermaksiat ber-ukuf (tinggal dikuburan) dan maksiat beribdah kepada Allah di kuburan karena yang demikian itu merupakan wasilah (mengantarkan kepada) syirik yang dilarang oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Adapun tentang keharaman ber-‘ukuf, Tirmidzi di dalam kitab Jami-nya dalam sebuah hadits yang dinyatakan shahih meriwayatkan dari Abu Waqid Al-Laitsi, ia berkata, “Kami pernah keluar bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menujua Hunain ketika kami belum lama (meninggalkan) kekafiran. Sementara itu, orang-orang musyrik memiliki sebatang Sidrah (jenis pohon) yang biasa mereka jadikan tempar ber-ukuf (berdiam) dan menggantungkan senjata-senjata mereka padanya, yang mereka sebut dengan Dzatu Anwat, maka (ketika) kami melewati sebatang pohon Sidrah (yang lain), kami berkata : “Ya Rasulullah Shalallallahu ‘alaihi wa sallam adakan untuk kami Dzatu Anwat sebagaimana mereka memiliki Dzatu Anwat, maka berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was allam.

“Artinya : Allahu Akbar, sesungguhnya yang demikian adalah tradisi. Perkataan kalian, demi zat yang jiwaku di tangannya, sebegaimana perkataan Bani Israil kepada Musa. ‘Jadikan untuk kami tuhan-tuhan sebagaimana mereka memiliki tuhan-tuhan. (Musa) berkata, ‘Sesungguhnya kalian adalah kaum yang bodoh [1]” Sungguh kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian” [Hadits Riwayat Ahmad V/218, Tirmidzi IV/475]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa perkara yang mereka minta, yaitu menjadikan pohon sebagai temopat ‘ukuf (berdiam) dan menggantungkan senjata untuk mendapatkan berkah, adalah serupa dengan permintaan yang diajukan oleh Bani Israil kepada Musa “Alaihis Salam, maka demikian pula ‘ukuf (berdiam) di kubur. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Janganlah kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan dan jangan jadikan kuburku senagai tempat perayaan, dan bersalawatlah atasku, sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku bagaimanapun keadaan kalian” [Hadits Riwayat Tirmidzi V/157, Abu Dawud II/534, dan Ibnu Majah I/348 di dalam Sunan]

Sedangkan yang berkenaan dengan beribadah kepada Allah di kuburan, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang yang demikian itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Semoga Allah membinasakan orang-orang Yahudi. Mereka menjadikan kubur para nabi mereka sebagai masjid (tempat ibadah)” [Hadits Riwayat Bukhari da Muslim]

Larangan menjadikan kubur sebagai masjid (tempat ibadah) mengandung larangan menjadikan kubur sebagai tempat beribadah kepada Allah atau untuk beribadah kepada selainNya, sama saja apakah terdapat bangunannya ataupun tidak.

Adapun (perbuatan) mendatangi penghuni kubur lalu berdoa kepadanya dan meyakini bahwa dia memiliki manfaat dan mudharat (bahaya), maka perbuatan ini adalah SYIRIK BESAR. Orang yang melakukannya bisa jadi karena bodoh atau memang sudah mengetahuinya, maka dia seorang musyrik (pelaku syirik) dengan KESYIRIKAN YANG MENGELUARKANNYA DARI ISLAM. Adapun jika dia melakukannya karena bodoh/tidak tahu, maka harus dijelaskan kepadanya (hukum perbuatan tersebut). Jika dia kembali kepada kebenaran, maka alhamdulillah, tetapi jika tidak, maka dia dihukumi sama seperti orang yang sudah mengetahui. Dan dali tentang hal ini banyak sekali, antara lain firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Katakanlah, ‘Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah”. [Al-Kafirun : 1-4]

Begitu pula firmanNya.

“Artinya : Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia” [Al-Ikhlas : 4]

Dan didalam hadits qudsi.

“Artinya : Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang didalamnya dia mempersekutukan Aku dengan selainKu, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya” [Hadits Riwayat Muslim]

Adapun yang dikatakan penanya tentang dibangunnya bangunan berhias di atas kubur tersebut, maka yang demikian ini adalah tidak boleh karena termasuk mengangungkan penghuni kubur, dan merupakan pengagungan yang bid’ah (mengada-ada), betentangan dengan wasiat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu.

“Artinya : Janganlah kamu meninggalkan gambar kecuali engkau telah menghancurkannya dan tidak pula kubur yang diagungkan melainkan engkau telah meratakannya” [1]

Dan telah tetap dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melarang mengapuri kubur, duduk atasnya, dan dibuat bangunan di atasnya.[2]

Adapaun tanggung jawab (kewajiban) kita dalam hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sabdanya.

“Artinya : Barangsiapa yang melihat kemungkaran maka hendaknya ia merubah dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan lisannya dan bila ia tidak memapu maka dengan hatinya dan yang demikian itu selemah-lemah iman. [3]

Maka wajib menghilangkan bangunan tersebut sebatas kemampuan, dan apa yang dikatakan penanya tentang tinggal bersama mereka tidak boleh selagi masih mungkin baginya tinggal bersama yang lain yang tidak melakukan perbuatan seperti yang mereka perbuat, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Maka bertawaqallah kamu kepada Allah menurut kesanggupannmu” [At-Taghabun : 16]

Adapun sembeliah dan nazar yang diperuntukkan kepada wali maka ini SYIRIK BESAR, karena kedua-duanya adalah ibadah yang semestinya dilakukan untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala karena merupakan hak-hakNya khususNya yang maha mulia dan maha tinggi, maka tidak boleh memalingkannya kepada selain Allah. FirmanNya.

“Artinya : Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya ; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” [Al-An’am : 162-163]

Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Barangsiapa yang bernazar untuk berbuat ketaatan kepada Allah maka ta’atilah (laksanakan) dan barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat kepadanya maka janganlah memaksiatinya (melaksanakannya)” [4]

Demikian pula ketika seorang laki-laki (pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) bernazar untuk menyembelih unta di Buanah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padanya.

“Artinya : Apakah disana ada watsan (berhala) dari berhala-berhala jahiliyah yang disembah ?” Mereka mengatakan, “Tidak”, Nabi bertanya lagi, “Apakah di sana dilaksanakan perayaan dari perayaan-perayaan mereka (musyrikin jahiliah) ?” Mereka berkata, “Tidak”, Nabi bersabda, “Tunaikanlah nazarmu, sesungguhnya tidak ada penunaian untuk nazar yang bermaksiat kepada Allah dan apa yang tidak disanggupi anak Adam”[5]

Dalil ini menunjukkan bahwa sembelihan dan nazar untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan ibadah sedangkan memalingkannya kepada selain Allah adalah syirik.

[Fatawa Li Al- Lajnah Ad-Da’imah 1/1492-498, Fatwa no. 315 Di susun oleh Syaikh Ahmad Abdurrazzak Ad-Duwaisy, Darul Asimah Riyadh. Di salin ulang dari Majalah Fatawa edisi 3/I/Dzulqa’dah 1423H]
_________
Foote Note
[1] Imam Ahmad I/96, 129. Muslim dengan Syarah Nawawi VII/36. Nasai IV/88,89 dan Tirmidzi III/366.
[2] Lihat Hadits Riwayat Imam Ahmad III/295, 399. Muslim dengan Syarah Nawawi VII/37. Tirmidzi III/368. Abu Dawud III/552. Nasai IV/86,87. Ibnu Majah I/498
[3] Muslim dengan syarah Nawawi II/21,22. Abu Dawud I/677. Tirmidzi VI/407. Nasai VIII/111. Ibnu Majah II/230. Abdu bin Humaid di dalam Al-Muntakhib II/74.
[4] Hadits Riwayat Ahmad VI/36. Bukhari VII/233,234. Abu Dawud III/593. Tirmidzi IV/104. Nasai VII/17. Ibnu Majah I/687 dan Darimi II/184
[5] Hadits Riwayat Abu Dawud III/607 dan Baihaqi di dalam Sunan
X/73

## Foto oleh akh Iswandi Al-Maedani ##
¸.•*´¯`♥♥♥¸¸.•*´¯`♥♥¸.•*´¯`♥♥♥¸¸.•*´¯`♥♥¸.•*´¯`♥♥♥¸¸.•*´¯`♥♥¸.•*´¯`♥♥♥¸.•*´¯`♥♥

♥ Kepada Saudara/i ku silahkan lihat keseluruhan foto-foto yang ada di Album ini. Karena Insya Allah akan ada banyak manfaat berupa pengetahuan tentang praktek-praktek ritual kemusyrikan yang ada di masyarakat dan penjelasan tentang hal tersebut.

♥ Saya juga mengajak kepada saudara/i sekalian untuk ikut berpartisipasi membantu saya melengkapi Gallery album ini. Jiika anda memiliki gambar-gambar eksklusif tentang praktek ritual kemusyrikan yang ada di sekitar tempat tinggal atau kampung halaman, silahkan kirim gambar tersebut ke alamat :
andi.priy@yahoo.com

♥ Foto/gambar yang sesuai dengan kriteria akan saya publish dan InsyaAllah dengan tetap mencantumkan nama pengirim/pemilik gambar tersebut. Semoga menjadi amal Ibadah kita dalam rangka menegakkan kalimat Tauhid, mensucikan Asma Allah, dan memberantas kemusyrikan demi tegaknya Al-Islam di muka bumi.

artikel dari: http://www.facebook.com/photo.php?pid=224755&id=100000526346382#!/photo.php?pid=227601&id=100000526346382&fbid=129599657067578

Filed under: Nasihat,

Rumah sebagai kuburan

ritual kesyirikanDiriwayatkan dari Abu Hurairah RadhiAllohu’anhu bahwa Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam bersabda :

“لا تجعلوا بيوتكم قبورا، ولا تجعلوا قبري عيدا، وصلوا علي فإن صلاتكم تبلغني حيث كنتم” رواه أبو داود بإسناد حسن ورواته ثقات.

“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, dan janganlah kalian jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan, ucapkanlah sholawat untukku, karena sesungguhnya ucapan sholawat kalian akan sampai kepadaku dimana saja kalian berada” (HR. Abu Daud dengan sanad yang baik, dan para perowinya tsiqoh).

Dalam hadits yang lain, Ali bin Al Husain RadhiAllohu’anhu menuturkan, bahwa ia melihat seseorang masuk kedalam celah-celah yang ada pada kuburan Rasululloh, kemudian berdo’a, maka ia pun melarangnya seraya berkata kepadanya : “Maukah kamu aku beritahu sebuah hadits yang aku dengar dari bapakku dari kakekku dari Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

“لا تتخذوا قبري عيدا، ولا بيوتكم قبورا، وصلوا علي فإن تسليمكم يبلغني حيث كنتم”

“Janganlah kalian jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan, dan janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, dan ucapkanlah doa salam untukku, karena doa salam kalian akan sampai kepadaku dari mana saja kalian berada” (diriwayatkan dalam kitab Al Mukhtarah).

## Foto oleh akh Iswandi Al-Maedani ##
¸.•*´¯`♥♥♥¸¸.•*´¯`♥♥¸.•*´¯`♥♥♥¸¸.•*´¯`♥♥¸.•*´¯`♥♥♥¸¸.•*´¯`♥

♥ Kepada Saudara/i ku silahkan lihat keseluruhan foto-foto yang ada di Album ini. Karena Insya Allah akan ada banyak manfaat berupa pengetahuan tentang praktek-praktek ritual kemusyrikan yang ada di masyarakat dan penjelasan tentang hal tersebut.

♥ Saya juga mengajak kepada saudara/i sekalian untuk ikut berpartisipasi membantu saya melengkapi Gallery album ini. Jiika anda memiliki gambar-gambar eksklusif tentang praktek ritual kemusyrikan yang ada di sekitar tempat tinggal atau kampung halaman, silahkan kirim gambar tersebut ke alamat :
andi.priy@yahoo.com

♥ Foto/gambar yang sesuai dengan kriteria akan saya publish dan InsyaAllah dengan tetap mencantumkan nama pengirim/pemilik gambar tersebut. Semoga menjadi amal Ibadah kita dalam rangka menegakkan kalimat Tauhid, mensucikan Asma Allah, dan memberantas kemusyrikan demi tegaknya Al-Islam di muka bumi.

artikel dari: http://www.facebook.com/photo.php?pid=224755&id=100000526346382#!/photo.php?pid=227600&id=100000526346382&fbid=129599650400912

Filed under: Nasihat,

BOLEHKAH KITA BERISTIGHOSAH KEPADA ORANG MATI..???

ritual kesyirikandijawab oleh Grand Mufti of The King of Saudi Syaikh bin Baz rahimahullah

>> PERTANYAAN :
Di antara amalan yang dilakukan oleh sebagian orang bodoh di sekitar kuburan adalah meminta sesuatu, beristighasah, memohon kesembuhan, memohon kemenangan atas musuh mereka, atau pun meminta pertolongan kepada orang yang sudah mati. Hal ini sering kita dapatkan di berbagai negara di penjuru dunia ini, maka bagaimana hukum perbuatan tersebut?

>> JAWABAN :
Amalan ini termasuk SYIRIK BESAR, yaitu syirik yang dilakukan oleh kaum musyirikan dahulu, seperti kaum Quraisy dan lain sebagainya. Mereka senantiasa menyembah Lata, ‘Uzza, Manat, berhala-berhala, dan patung. Mereka juga beristighasah dan meminta pertolongan kepada sesembahan-sesembahan tersebut, agar mereka dimenangkan atas musuh-musuh.

Hal tersebut sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Sufyan pada waktu perang Uhud, “‘Uzza adalah penolong kami dan ‘Uzza bukan penolong kalian.” Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat, “Katakanlah kepada Abu Sufyan, ‘Allah adalah penolong kami dan penolong bagi kalian.’ ”

Abu Sufyan berkata lagi, “Hubal, kalahkanlah!” Maksudnya adalah, “Wahai Hubal, kalahkanlah!” Hubal adalah nama sebuah patung yang disembah oleh kaum Quraisy di Mekkah. Kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bantahlah Abu Sufyan.” Maka, para sahabat bertanya, “Apa yang harus kami katakan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Katakanlah, ‘Allah lebih tinggi dan lebih luhur.’ ” Baca entri selengkapnya »

Filed under: Nasihat,

Berdoa kepada kuburan

ritual kesyirikanAli bin Al Husain RadhiAllohu’anhu menuturkan, bahwa ia melihat seseorang masuk kedalam celah-celah yang ada pada kuburan Rasululloh, kemudian berdo’a, maka ia pun melarangnya seraya berkata kepadanya : “Maukah kamu aku beritahu sebuah hadits yang aku dengar dari bapakku dari kakekku dari Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

“لا تتخذوا قبري عيدا، ولا بيوتكم قبورا، وصلوا علي فإن تسليمكم يبلغني حيث كنتم”

“Janganlah kalian jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan, dan janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, dan ucapkanlah doa salam untukku, karena doa salam kalian akan sampai kepadaku dari mana saja kalian berada” (diriwayatkan dalam kitab Al Mukhtarah).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RadhiAllohu’anhu bahwa Rasululloh ShallAllohu’alaihi wa Sallam bersabda :

“لا تجعلوا بيوتكم قبورا، ولا تجعلوا قبري عيدا، وصلوا علي فإن صلاتكم تبلغني حيث كنتم” رواه أبو داود بإسناد حسن ورواته ثقات.

“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, dan janganlah kalian jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan, ucapkanlah sholawat untukku, karena sesungguhnya ucapan sholawat kalian akan sampai kepadaku dimana saja kalian berada” (HR. Abu Daud dengan sanad yang baik, dan para perowinya tsiqoh).

## Foto oleh akh Iswandi Al-Maedani ##
¸.•*´¯`♥♥♥¸¸.•*´¯`♥♥¸.•*´¯`♥♥♥¸¸.•*´¯`♥♥¸.•*´¯`♥♥♥¸¸.•*´¯`♥

♥ Kepada Saudara/i ku silahkan lihat keseluruhan foto-foto yang ada di Album ini. Karena Insya Allah akan ada banyak manfaat berupa pengetahuan tentang praktek-praktek ritual kemusyrikan yang ada di masyarakat dan penjelasan tentang hal tersebut.

♥ Saya juga mengajak kepada saudara/i sekalian untuk ikut berpartisipasi membantu saya melengkapi Gallery album ini. Jiika anda memiliki gambar-gambar eksklusif tentang praktek ritual kemusyrikan yang ada di sekitar tempat tinggal atau kampung halaman, silahkan kirim gambar tersebut ke alamat :
andi.priy@yahoo.com

♥ Foto/gambar yang sesuai dengan kriteria akan saya publish dan InsyaAllah dengan tetap mencantumkan nama pengirim/pemilik gambar tersebut. Semoga menjadi amal Ibadah kita dalam rangka menegakkan kalimat Tauhid, mensucikan Asma Allah, dan memberantas kemusyrikan demi tegaknya Al-Islam di muka bumi.

artikel dari: http://www.facebook.com/photo.php?pid=224755&id=100000526346382#!/photo.php?pid=227598&id=100000526346382&fbid=129599637067580

Filed under: Nasihat,

BOLEHKAH SHOLAT DI MASJID YANG DI DALAMNYA TERDAPAT KUBURAN…????

ritual kesyirikan>> PERTANYAAN :
Apakah sah jika kita mengerjakan shalat di mesjid yang terdapat kuburan di dalamnya?

>> JAWABAN :
Kita TIDAK DIPERBOLEHKAN mengerjakan shalat di mesjid yang terdapat kuburan di dalamnya. Bahkan, seharusnya kita menggali kuburan-kuburan tersebut dan memindahkan tulang-belulangnya ke pemakaman umum. Setiap kuburan harus kita letakkan ke dalam sebuah lubang khusus, sebagaimana layaknya kuburan yang lain. Kita tidak boleh menyisakan beberapa kuburan di dalam mesjid, baik itu kuburan seorang wali maupun selainnya. Alasannya, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang dan memperingatkan dengan keras agar kita tidak melakukannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena mereka telah mengerjakan amalan tersebut.

Diriwayatkan secara shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

لَعَنَ اللهُ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى اِتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

“Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena mereka menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka sebagai tempat ibadah.”

Aisyah berkata, ”Beliau memperingatkan dengan keras terhadap perbuatan yang telah dilakukan oleh mereka (kaum Yahudi dan Nasrani).” (Muttafaqun ‘alaihi) Baca entri selengkapnya »

Filed under: Nasihat,

basmallah

Nasihat…

أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ"Apakah kalian merasa aman terhadap "Yang di langit" bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kalian?" [Al-Mulk:16] Menurut Ibnu 'Abbas yang dimaksud dengan "Yang di langit" adalah Allah seperti disebutkan dalam kitab Tafsir Ibnul Jauziy.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- dari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
سَيَأْتِيْ عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ, يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ, وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا اْلأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ . قِيْلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قال: الرَّجُلُ التَّافِهُ فِيْ أَمْرِ العَامَّةِ “Akan datang pada manusia tahun-tahun yang menipu; di dalamnya pendusta dibenarkan, orang jujur didustakan; orang yang penipu dipercaya, dan orang yang amanah dianggap pengkhianat, serta ruwaibidhoh ikut berbicara”. Ada yang bertanya, “Apa itu ruwaibidhoh (orang lemah)?” Beliau bersabda, “Dia adalah seorang hina (dungu) berkomentar tentang urusan umum”.
[HR. Ibnu Majah dalam Kitab Al-Fitan (4036). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no.1887)]
Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
فَوَاللهِ لاَ الْفَقْرُ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوْهَا كَمَا تَنَافَسُوْهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ “Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas diri kalian. Tapi khawatirkan kalau dibukakan dunia bagi kalian sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang (kafir) sebelum kalian, lalu mereka pun berlomba-lomba meraihnya sebagaimana mereka berlomba-lomba meraihnya; (aku juga khawatirkan) kalau dunia itu akan membinasakan kalian sebagaimana dunia telah membinasakan mereka”.
[HR. Al-Bukhori dalam Shohih-nya (3158, 4015 & 6425), dan Muslim (2961)]

Belajar tentang islam …

Mengikuti jejak pendahulu yang sholeh
Jihad adalah kemuliaan bukan kenistaan
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا وَاسْتَعِيْنُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ “Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ia berkata: ‘Sesungguhnya agama ini adalah mudah. Dan tidak seorangpun memberat-beratkan dalam agama ini kecuali ia yang akan terkalahkan olehnya. Maka berusahalah untuk benar, mendekatlah, gembiralah dan gunakanlah pagi dan petang serta sedikit dari waktu malam’.” [Shahih, HR. Al-Bukhari, Kitabul Iman Bab Ad-Dinu Yusrun]

Nasihat salaf…

"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
[Umar bin Abdul Aziz]

Download ebook..

Download Kitab dari  ulama Ahlussunnah wal jamaah

RSS Ulama sunnah

  • Hukum Memakai Kaos Bola Bertuliskan Nama Orang Kafir
    Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Asy Syaikh ditanya tentang memakai baju yang dipakai orang-orang kafir di mana di bagian punggungnya terdapat nama olahragawan (pemain bola) kafir tanpa meniatkan tasyabbuh (meniru kebiasaan) mereka. Maka beliau menjawab: “Perbuatan ini termasuk pengagungan terhadap orang kafir. Selama ia memakai baju yang terdapa […]
  • Biografi Asy Syaikh Abdullah Aqil rahimahullah
    Nama Beliau Nama beliau adalah Abdullah bin Abdil Aziz bin Aqil bin Abdillah bin Abdil Karim Al Aqil Kelahiran Beliau Beliau lahir di kota Unaizah pada tahun 1335 H, bertepatan dengan tahun 1917 M. Beliau dilahirkan di keluarga yang sibuk dengan ilmu. Ayah beliau adalah ulama Unaizah, Asy Syaikh Abdul Aziz Al Aqil. Paman beliau [...]
  • Kasih Sayang Rasullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam terhadap Hewan
    Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu 1. Dari Suhail bin Hanzhaliyah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati unta yang kurus, lalu beliau bersabda, اِتَّقُوا اللهَ فِيْ هَذِهِ الْبَهَائِمِ الْمُعْجَمَةِ فَأَرْكَبُوْهَا صَالِحَةً ، وَكُلُوْهَا صَالِحَةً “Bertaqwalah kepada Allah dari unta ini, dan kendarailah dengan ba […]
  • Tanggung Jawab Kedua Orang Tua serta Para Pengajar
    Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا} “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6) Seorang ibu, ayah, serta pengajar, akan dita […]
  • Usamah bin Ladin Mujahid di Jalan Syaithan
    oleh: Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad -hafizhahullah- Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad -hafizhahullah- ditanya tentang kematian seorang khawarij Usamah bin Ladin (Osama bin Laden) bertepatan dengan hari Senin (28/5/1432 H) ba’da shalat Isya. Soal: Apa pendapat yang objektif tentang kematian Usamah bin Ladin karena ada yang bergembira dengan kematianny […]
Klik untuk mengenal lebih jauh Erwin

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya.

Erwin berkata….

  • Lanjutan Materi Daurah Fiqih Nasional 1433 H / 2012: InsyaAllah materi lanjutan Daurah Fiqih Nasional sudah bisa... bit.ly/LQFvMi 3 hours ago
  • 35 Different Car Models - We all dream of a range of dream cars. Cars have become one of the most popular means of t... ow.ly/1k8zAg 2 days ago
erwin @twitter

Friendfeed

View my FriendFeed
buattoko.com - memiliki toko online itu mudah

Forum Mac User

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia
Free open source Mac software

RSS Udaramaya…

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS New-Freeware

RSS Top ten Freeware…

RSS Techrepublic…

RSS Gizmo…

  • Watch 6301 Full-Length Documentaries From Your Browser for Free
    "If you've ever wished that YouTube was more serious, or in-depth, or intellectual, then here's a treat for you. A web site from which you can want thousands (6301 to be precise) full-length documentary programmes on everything from money to health to music to sexuality." http://www.techsupportalert.com/content/watch-6301-full-length-docu […]
  • Search Multiple Music Web Sites For Your Favourite Tracks
    Our Hot Finds Editor says "There are lots of web sites that allow you to listen to music for free. But what if you are looking for a specific track, and especially an obscure one? Do you have to visit each of the sites in turn, searching to see if they have your track on offer? Needless to say, the answer is no. Here are at two free online services whic […]
  • Play The Original Wolfenstein Games In Your Browser For Free
    Our Hot Finds Editor Robert Schifreen writes "In these days of photo-realistic 3D games, it's hard to remember programs such as Castle Wolfenstein that started off the whole genre 20 years ago. If you want to relive your childhood, or you want to see what those original games were like, or you just want to play a simple, fast, fun 3D shooting-based […]
  • New: Best Free Software for Mac OS
    Our long-promised Mac OSX freeware guide is now online. So if you have an Apple Mac laptop or desktop then check out some of the great freebies you can download and install without spending a cent. Already we have 134 applications in 88 categories so there is plenty to choose from. And if you feel we have left something out please make a suggestion in the co […]
  • Website of the Week
    This site provides an ideal source of entertainment and information on science, technology and medicine, with topics ranging from global warming and black holes to Neanderthals and robots. Written for a general audience, it delivers entertaining, timely, thought-provoking and often humorous content. http://www.techsupportalert.com/content/website-week-discov […]

Blog Stats

  • 99,565 hits
web stats
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.