you're who you choose to be…

Self Employed Web Designer and Web Developer. Still learn to be a great Web Designer…

Menghormati Pendapat Haram Hormat Bendera, Upacara Bendera dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan (via موقع أبي عبد الله سفيان خالد بن إدهام روراي السلفي الأندونيسي)

cari ilmu biar ndak terjerumus dalam kebodohan….

Menghormati Pendapat Haram Hormat Bendera, Upacara Bendera dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Akhir-akhir ini kita banyak mendengar kritikan-kritikan pedas bahkan celaan-celaan yang keras terhadap pihak-pihak yang tidak mau hormat bendera, upacara bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Sangat disayangkan hal itu terjadi, karena yang mereka lakukan belum tentu bertentangan dengan ajaran agama, bahkan bisa jadi hal itulah yang sesuai dengan ajaran agama. Justru perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari … Read More

via موقع أبي عبد الله سفيان خالد بن إدهام روراي السلفي الأندونيسي

Filed under: Blog, , , ,

Aqidah Asma’WasShiffat Allah yang dianut Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

AQIDAH ASMA’ WASSHIFAT ALLAH YANG DIANUT 

IBNU KATSIR DALAM TAFSIRNYA 

(BANTAHAN TERHADAP SITUS DAN BLOG PENENTANG MANHAJ SALAFY AHLUSSUNNAH (bagian ke-3))



 

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepada hamba-Nya. Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah pada teladan yang mulya, manusia terbaik, Rasulullah Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam….



Pada bagian ke-3 ini, akan dijelaskan tentang ‘aqidah Asma’ Was Shifat Ibnu Katsir ( Abul Fida’ Isma’il bin ‘Umar bin Katsir alQurasyi adDimasyqi) – salah seorang murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah- dalam kitab tafsirnya :Tafsir al-Qur’aanil ‘Adzhiim yang dikenal luas dengan sebutan Tafsir Ibnu Katsir. Sesungguhnya Ibnu Katsir memiliki pemahaman yang sama dengan gurunya, Ibnu Taimiyyah tentang Asma’ Was Sifat Allah. Pemahaman tersebut bukanlah pemahaman baru. Namun, pemahaman yang sama dengan aqidah Ahlussunnah dari sejak para Sahabat Nabi, tabi’in, dan seterusnya diwariskan oleh para Imam Ahlussunnah. 




Syubhat




Terdapat dalam salah satu blog penentang dakwah Ahlussunnah suatu tulisan sebagai berikut :




[[ Aqidah Ibnu Katsir tidak sama dengan Ibnu Taimiyyah Dan Ibnu Qayyim



 

lihat Dalam Tafsir Ibnu Katsir dan kitab Lainnya :



Sekarang akan disebutkan sebahagian penafsiran lafaz istawa dalam surah ar Ra’d:



1- Tafsir Ibnu Katsir:




(ثم استوى على العرش ) telah dijelaskan maknanya sepertimana pada tafsirnya surah al Araf, sesungguhnya ia ditafsirkan tanpa kaifiat (bentuk) dan penyamaan




Disini Ibnu Katsir mengunakan ta’wil ijtimalliy yaitu ta’wilan yang dilakukan secara umum dengan menafikan makna zahir nas al-Mutasyabihat tanpa diperincikan maknanya. sebenarnya memahami makna istiwa ini sebenarnya ]]




Bantahan



Tafsir Ibnu Katsir terhadap Surat Al-A’raaf ayat 54



Benarkah aqidah Ibnu Katsir tidak sama dengan Ibnu Taimiyyah? Mari kita kaji tulisan Ibnu Katsir dalam tafsirnya tersebut. Ketika menafsirkan AlQur’an surat al-A’raaf ayat 54, akan terlihat jelas bagaimana pemahaman beliau tersebut. Beliau menyatakan :



وأما قوله تعالى: { ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ } فللناس في هذا المقام مقالات كثيرة جدا، ليس هذا موضع بسطها، وإنما يُسلك في هذا المقام مذهب السلف الصالح: مالك، والأوزاعي، والثوري، والليث بن سعد، والشافعي، وأحمد بن حنبل، وإسحاق بن راهويه وغيرهم، من أئمة المسلمين قديما وحديثا، وهو إمرارها كما جاءت من غير تكييف ولا تشبيه ولا تعطيل. والظاهر المتبادر إلى أذهان المشبهين منفي عن الله، فإن الله لا يشبهه شيء من خلقه، و { لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ } [ الشورى:11 ] بل الأمر كما قال الأئمة -منهم نُعَيْم بن حماد الخزاعي شيخ البخاري -: “من شبه الله بخلقه فقد كفر، ومن جحد ما وصف الله به نفسه فقد كفر”. وليس فيما وصف الله به نفسه ولا رسوله تشبيه، فمن أثبت لله تعالى ما وردت به الآيات الصريحة والأخبار الصحيحة، على الوجه الذي يليق بجلال الله تعالى، ونفى عن الله تعالى النقائص، فقد سلك سبيل



” Adapun makna firman Allah Ta’ala : (yang artinya) : ‘Kemudian Dia (Allah) beristiwaa’ di atas ‘Arsy’. Maka manusia dalam hal ini terbagi dalam (perbedaan) pendapat yang sangat banyak. Bukanlah di sini tempat menjabarkannya. Sesungguhnya (jalan yang seharusnya ditempuh) adalah madzhab as-Salafus Sholih : Maalik, al-’Auzaa-i, ats-Tsauri, al-Laits bin Sa’ad, asy-Syaafi’i, Ahmad bin Hanbal, Ishaq bin Raahuyah, dan yang selain mereka dari para Imam kaum muslimin baik yang terdahulu maupun yang sekarang, yaitu : menetapkannya sebagaimana adanya, tanpa takyiif (menetukan/menanyak an kaifiyyatnya) , tidak menyerupakan, dan tidak pula menolak (ta’thiil). Pemikiran yang tergambar dalam benak orang-orang yang menyerupakan Allah (dengan makhluk) ditiadakan dari Allah. Karena sesungguhnya tidak ada suatu makhlukpun yang serupa dengan Allah, dan : { Tidak ada sesuatupun yang sama dengan Allah, dan Dialah (Allah) Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat (Q.S Asy-Syuura:11) }. Bahkan, seperti yang diucapkan oleh para Imam, diantaranya Nu’aim bin Hammad -salah seorang guru Imam al-Bukhari- berkata : “Barangsiapa yang menyerupakan Allah dengan makhluq-Nya maka dia telah kafir, barangsiapa yang mengingkari segala yang telah Allah Sifatkan untuk diri-Nya maka dia kafir“, dan segala yang telah Allah Sifatkan diriNya maupun yang disifatkan oleh Rasulullah (untuk Allah) bukanlah penyerupaan (tasybih), barangsiapa yang menetapkan untuk Allah Ta’ala berdasarkan ayat – ayat yang jelas dan khabar-khabar (hadits) yang shohih, sesuai dengan Keagungan Allah Ta’ala, dan meniadakan kekurangan dari-Nya, maka dia telah menempuh jalan petunjuk” 



(Lihat Tafsir Ibnu Katsir juz 3 hal 426).





Dari penjelasan Ibnu Katsir tersebut jelaslah bahwa :





1. ‘Aqidah Ibnu Katsir sama dengan aqidah Ibnu Taimiyyah.





Dalam menafsirkan ayat tersebut Ibnu Katsir menyatakan bahwa Aqidah Salafus Sholeh (yang seharusnya diikuti) dalam Asma’ WasSifat Allah adalah : 





menetapkannya sebagaimana adanya, tanpa takyiif (menanyakan/ menentukan kaifiyyatnya) , tidak menyerupakan, dan tidak pula menolak (ta’thiil)

sedangkan Ibnu Taimiyyah menyatakan dalam kitab arRisaalah atTadmuriyah halaman 4:




فالأصل في هذا الباب أن يوصف الله بما وصف به نفسه، وبما وصفته به رسله، نفيا وإثباتا، فيثبت لله ما أثبته لنفسه، وينفي عنه ما نفاه عن نفسه وقد علم أن طريقة سلف الأمة وأئمتها إثبات ما أثبته من الصفات من غير تكييف ولا تمثيل ومن غير تحريف ولا تعطيل وكذلك ينفون عنه ما نفاه عن نفسه


 

” Landasan utama dalam pembahasan ini adalah mensifatkan Allah sesuai dengan yang Allah sifatkan Dirinya dengan Sifat tersebut, dan dengan yang disifatkan oleh Rasul-Nya, baik dalam bentuk peniadaan ataupun penetapan. Maka ditetapkan untuk Allah sesuatu yang Allah tetapkan untuk DiriNya, dan meniadakan dari Allah sesuatu yang Allah tiadakan dari DiriNya. Telah diketahui bahwa metode Salaful Ummah dan para Imamnya adalah menetapkan apa yang Allah tetapkan, tanpa takyiif, tidak pula tamtsiil, tanpa tahriif (menyimpangkan lafadz/maknanya) , dan tidak pula menolak (ta’thiil). Demikian juga (para Imam tersebut) meniadakan apa yang Allah tiadakan terhadap DiriNya”.



Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga menyatakan dalam kitab al-Fatwa al-Hamawiyyah al-Kubro halaman 16 :



ومذهب السلف: أنهم يصفون الله بما وصف به نفسه وبما وصفه به رسوله من غير تحريف ولا تعطيل ومن غير تكييف ولا تمثيل



 

” dan madzhab Salaf bahwasanya mereka mensifatkan Allah dengan apa yang Allah Sifatkan Dirinya, dan dengan apa yang RasulNya sifatkan tanpa tahrif (menyimpangkan lafadz/makna) , tidak pula menolak, tanpa takyiif, dan tidak pula menyerupakan (dengan makhluk).



Pernyataan Ibnu Taimiyyah semacam ini bisa dilihat dalam kitab-kitab beliau yang lain semisal al-Aqiidah al-WasithiyyahMinhaajus Sunnah anNabawiyyah juz 3 halaman 129, Bayaanu Talbiis al-Jahmiyyah juz 2 halaman 40.




2. Aqidah Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Katsir tersebut adalah aqidah para Ulama’ Salaf. 



Dalam penjelasan surat Al A’raaf ayat 54 tersebut, Ibnu Katsir menyatakan beberapa contoh Ulama’ terdahulu yang dijadikan sebagai rujukan, di antaranya :Imam Malik dan Ishaq bin Raahuyah. Kita akan lihat bagaimana penjelasan Imam Maalik dan Ishaq bin Raahuyah tersebut.



Imam Maalik menyatakan :



الإستواء معلوم والكيف مجهول والايمان به واجب والسؤال عنه بدعة 



al-Istiwaa’ sudah diketahui (dipahami maknanya secara bahasa Arab), kaifiyatnya tidak diketahui, beriman terhadapnya adalah wajib, dan menanyakan tentang kaifiyatnya adalah bid’ah (Lihat Tadzkirotul Huffadzjuz 1 halaman 209).






Ishaaq bin Raahuyah (dikenal juga sebagai Ishaaq bin Ibrahim) –salah seorang guru Imam al-Bukhari- menyatakan :




إِنَّمَا يَكُونُ التَّشْبِيهُ إِذَا قَالَ يَدٌ كَيَدٍ أَوْ مِثْلُ يَدٍ أَوْ سَمْعٌ كَسَمْعٍ أَوْ مِثْلُ سَمْعٍ فَإِذَا قَالَ سَمْعٌ كَسَمْعٍ أَوْ مِثْلُ سَمْعٍ فَهَذَا التَّشْبِيهُ وَأَمَّا إِذَا قَالَ كَمَا قَالَ اللَّهُ تَعَالَى يَدٌ وَسَمْعٌ وَبَصَرٌ وَلَا يَقُولُ كَيْفَ وَلَا يَقُولُ مِثْلُ سَمْعٍ وَلَا كَسَمْعٍ فَهَذَا لَا يَكُونُ تَشْبِيهًا وَهُوَ كَمَا قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابهِ



{ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ }




Hanyalah dikatakan sebagai sikap penyerupaan (Allah dengan makhluk,pent) adalah jika seseorang menyatakan tangan (Allah) bagaikan tangan (makhluk), atau seperti tangan (makhluk), pendengaran (Allah) seperti (pendengaran) makhluk. Jika menyatakan bahwa pendengaran (Allah) seperti pendengaran (makhluk), maka itu adalah sikap penyerupaan. Adapun jika seseorang berkata sebagaimana perkataan Allah : Tangan, Pendengaran, Penglihatan, dan tidak menyatakan ‘bagaimana’ (kaifiyatnya) , dan tidak mengatakan seperti pendengaran (makhluk), maka yang demikian ini bukanlah penyerupaan. Yang demikian ini adalah sebagaimana yang Allah nyatakan dalam KitabNya :




لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ 




Tidak ada yang semisal denganNya suatu apapun, dan Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Lihat Sunan AtTirmidzi bab Maa Jaa-a fi fadhli as-Shodaqoh juz 3 halaman 71).




Tafsir Ibnu Katsir terhadap Surat AlBaqoroh ayat 210






هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ يَأْتِيَهُمُ اللَّهُ فِي ظُلَلٍ مِنَ الْغَمَامِ وَالْمَلَائِكَةُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ 




“Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan”(Q.S al-Baqoroh:210) .






Al-Hafidz Ibnu Katsir menyebutkan dalam tafsirnya :




وقال أبو جعفر الرازي، عن الربيع بن أنس، عن أبي العالية: { هَلْ يَنْظُرُونَ إِلا أَنْ يَأْتِيَهُمُ اللَّهُ فِي ظُلَلٍ مِنَ الْغَمَامِ وَالْمَلائِكَةُ } يقول: والملائكة يجيئون في ظلل من الغمام، والله تعالى يجيء فيما يشاء 




 

 dan berkata Abu Jafar arRaazi dari arRabii bin Anas dari Abul Aliyah : ( Q.S al-Baqoroh : 210 tsb)  dan para Malaikat datang dalam naungan awan, dan Allah Taala datang sesuai dengan kehendakNya




Di dalam tafsir ayat tersebut Ibnu Katsir menukil pendapat Abul Aliyah. Abul Aliyah (nama aslinya adalah Rufai bin Mihran) adalah seorang Tabiin murid dari beberapa Sahabat Nabi di antaranya : Umar bin alKhottob, Ali bin Abi Tholib, Ubay bin Kaab, Abu Dzar al-Ghiffary, Ibnu Masud, Aisyah, Abu Musa, Abu Ayyub, Ibnu Abbas, dan Zaid bin Tsabit (Lihat Siyaar Alaamin Nubalaa juz 4 halaman 207). Perhatikanlah bahwa Abul Aliyah menetapkan sifat datang bagi Allah pada hari kiamat nanti sebagaimana yang Allah tetapkan dalam ayatNya tersebut tanpa melakukan tahrif(memalingkan) makna atau lafadznya seperti yang dilakukan golongan al-Asya-iroh (Asy-ariyyah). Pendapat Abul Aliyah inilah yang dinukil oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya sekaligus sebagai pemahaman beliau terhadap Asma WasSifat Allah.




Tafsir Ibnu Katsir Surat ArRahmaan ayat 26-27 




كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (26) وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ (27)




Ibnu Katsir menyatakan :




وقد نعت تعالى وجهه الكريم في هذه الآية الكريمة بأنه ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ 




” dan sungguh Allah Ta’ala telah mensifatkan WajahNya Yang Mulya di dalam ayat yang mulya ini sebagai ‘yang memiliki keagungan dan kemulyaan’ 




Di dalam tafsirnya tentang ayat ini Ibnu Katsir telah menetapkan Wajah bagi Allah, karena memang Allah sendiri yang menetapkannya dalam AlQur’an. Beliau tidak menolak, memalingkan maknanya, melakukan takyiif(menentukan/ menayakan kaifiyatnya) , ataupun menyamakannya dengan makhluk.








Tafsir Ibnu Katsir Surat al-Fajr ayat 22



وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا (الفجر:22)




” dan datanglah TuhanMu sedang malaikat berbaris-baris”




Ibnu Katsir menyatakan : 



وَجَاءَ رَبُّكَ يعني: لفصل القضاء بين خلقه




 dan datanglah Tuhanmu, yaitu : untuk mengadili para makhlukNya”




Dalam tafsir ayat ini Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah datang secara hakikat. Beliau tidak melakukan tahrif, tidak pula takyiif, ta’thiil, dantasybiih.






Tafsir Ibnu Katsir Surat AdzDzaariyaat ayat 47





Sebagian orang menganggap Ibnu Katsir berpemahaman Asy’ariyyah karena menafsirkan ayat ini berdasarkan penjelasan Sahabat Nabi Ibnu Abbas. Dalam ayat ini Allah berfirman :




وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ



“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuatan dan sesungguhnya Kami benar-benar memperluasnya”



Ibnu Katsir menyatakan di dalam tafsirnya bahwa makna بِأَيْدٍ artinya adalah ‘dengan kekuatan’ sebagaimana perkataan Ibnu Abbas, Mujahid, Qotadah, atsTsaury dan selainnya. 




Penafsiran ini dianggap sebagai pembenaran terhadap metode al-Asyaa-iroh (Asy’ariyyah) yang mentakwil ayat-ayat tentang Sifat Allah. Mereka menganggap kata بِأَيْدٍ adalah bentuk jamak dari kata يَدٌ yang berarti ‘tangan’. Padahal persangkaan itu adalah keliru.




Syaikh AsySyinqithy menjelaskan di dalam kitab tafsirnya Adl-waaul Bayaan




قوله تعالى في هذه الآية الكريمة { بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ } ، ليس من آيات الصفات المعروفة بهذا الاسم ، لأن قوله { بِأَيْدٍ } ليس جمع يد : وإنما الأيد القوة ، فوزن قوله هنا بأيد فعل ، ووزن الأيدي أفعل ، فالهمزة في قوله { بأَيْدٍ } في مكان الفاء والياء في مكان العين ، والدال في مكان اللام . ولو كان قوله تعالى : { بأَيْدٍ } جمع يد لكان وزنه أفعلاً ، فتكون الهمزة زائدة والياء في مكان الفاء ، والدال في مكان العين والياء المحذوفة لكونه منقوصاً هي اللام . والأيد ، والآد في لغة العرب بمعنى القوة ، ورجل أيد قوي ، ومنه قوله تعالى { وَأَيَّدْنَاهُ بروح القدس } [ البقرة : 87 و 253 ] أي قويناه به ، فمن ظن أنها جمع يد في هذه الآية فقد غلط غلطاً فاشحاً 




” Firman Allah di dalam ayat yang mulya ini : { بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ } bukanlah termasuk ayat-ayat tentang Sifat yang dikenal dengan isim (kata benda) ini. Karena kata بِأَيْدٍ bukanlah bentuk jamak dari يد (tangan). Sesungguhnya ia adalah (dari kata) الأيد yang berarti kekuatan. Maka wazan بِأَيْد di sini adalah فَعَلَ dan wazan الأيدي adalah أَفْعَلَ Sehingga huruf hamzah dalam kata بِأَيْد menempati posisi fa’, ya’ pada posisi ‘ain, dan dal pada posisi lam. Kalau seandainya بِأَيْد jama’ dari يد maka wazannya adalahأفعلاً sehingga hamzah tambahan dan ya’ pada posisi fa’, dal pada posisi ‘ain, dan ya’ dibuang karena keberadaannya manqush pada posisi lam. Dalam bahasa Arab الأيد dan الآد bermakna kekuatan. (Seperti ucapan seseorang) ورجل أيد قوي, di antara (penggunaan kata ini) adalah dalam firman Allah :



وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ 



” dan Kami kuatkan ia dengan Ruhul Qudus” (Q.S AlBaqoroh ayat 87 dan 253).



Maknanya adalah ‘Kami kuatkan ia dengannya’. Barangsiapa yang menyangka bahwa kata tersebut adalah bentuk jamak dari ‘tangan’ pada ayat ini, maka ia telah salah dengan kesalahan yang melampaui batas ( Lihat Tafsir Adlwaa-ul Bayaan juz 8 halaman 11).




Dari sini nampak jelaslah kesalahan dari tulisan yang ada di salah satu blog penentang Ahlussunnah pada tulisannya :




[[ Kemudian mengenai  lafadz mutasyabihat biaidin (dengan tangan)



Artinya : " Dan langit, kami membinanya dengan Tangan(bi aidin = Kekuasaan)  Kami…." (Qs adzariyat ayat 47) ]]





sehingga penulis dalam blog penentang Ahlussunnah tersebut mengira Ibnu Katsir telah melakukan takwil terhadap ayat Sifat.



Demikianlah saudaraku kaum muslimin, dari penjelasan di atas bisa disimpulkan bahwa al-Hafidz Ibnu Katsir dalam tafsirnya berpedoman dengan manhaj Salafus Sholeh dalam memahami ayat-ayat tentang Nama dan Sifat-Sifat Allah. Pemahaman beliau ini sama dengan pemahaman gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, yang sebenarnya pemahaman tersebut bukanlah manhaj baru. Bukanlah pemahaman yang diada-adakan oleh Ibnu Taimiyyah, namun pemahaman para Imam Ahlussunnah. Telah dikemukakan di atas ucapan-ucapan dari para Imam tersebut di antaranya Abul ‘Aliyah (seorang tabi’i murid para Sahabat Nabi), Imam Maalik (guru Imam AsySyaafi’i), Ishaq bin Raahuyah dan Nu’aim bin Hammad (dua-duanya adalah guru Imam al-Bukhari).



Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua……. ……… ….

Ditulis Oleh : Abu Utsman Kharisman untuk situs www.darussalaf. or.id



 

 

Filed under: Al-Islam,

Hukum Orang yang Mengolok-Olok Akhwat Berjilbab Syar’i

Oleh: Al Lajnah Ad Daimah

kitabSoal:
Apa hukum orang yang mengolok-olok muslimah yang mengenakan hijab syar’I dan mensifati mereka dengan ucapan bahwa mereka itu kuntilanak, kemah berjalan, dan ucapan yang mengolok-olok lainnya (di negeri kita para akhwat kadang dipanggil ninja, gulungan kain berjalan, dll –pent.)? Baca entri selengkapnya »

Filed under: Al-Islam, Nasihat, , , ,

Antara Saudi dan Iran

kitabBerbicara tentang sebuah realita memang harus didasari ilmu. bagaimana jadinya jika ternyata seseorang salah dalam berbicara tentang sebuah realita? tentu kekonyolanlah yang akan ia dapatkan. Terlebih ketika realita tersebut memang sudah menjadi suatu yang umum diketahui semua kalangan.
Kiranya inilah yang sering menimpa sebagian saudara-saudara kita kaum muslimin, dimana mereka sering salah dalah menyikapi sebuah realita yang sebenarnya sudah jelas keadaannya, sebagaimana jelasnya rembulan purnama dimalam yang cerah.
Diantaranya adalah ketika menyikapi daulah Saudi Arabiyah yang dipenuhi kebaikan. Padahal dengan sangat jelas kebaikannya dapat dirasakan semua kalangan, baik bagi mereka yang berada di negeri tersebut atau yang berada di luar, tak terkecuali kaum muslimin yang berada di Indonesia. diantara kebaikannya untuk masyarakat Indonesia adalah
1. bantuan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh Darussalam dalam jumlah yang sangat besar.
2. Bantuan dana untuk pembangunan masjid di daerah Palu senilai 900 juta.
3. dan masih banyak lagi yang tidak mungkin kami sebutkan satu per satu.

Demikian pula bantuannya untuk saudara-saudaranya yang tertimpa bencana di berbagai negeri dibelahan dunia:
1. Untuk saudaranya yang tertimpa musibah di daerah Gaza dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan himbauan ini langsung dari raja Abdullah.
2. dan masih banyak lagi yang sekali lagi; tidak bisa kami sebutkan satu persatu dalam tulisan yang terbatas ini.

berbeda halnya dengan Iran, sebuah negara yang sejak awal munculnya sudah memikul sejarah buram.
1. Iran atau yang juga disebut sebagai Persia adalah basis orang-orang majusi, para penyembah api.
2. Iran yang padanya terdapat sebuah daerah yang bernama Ashbahan adalah basis bagi orang-orang yahudi dan akan menjadi pengikut Dajjal. sebagaimana yang telah dijelaskan nabi kita didalam haditsnya yang shahih.

Yang lebih ‘mengagumkan’ ternyata Iran adalah salah satu negara yang banyak ‘mengoleksi’ bangsa Yahudi.

3. Iran adalah markas besar bangsa Syi’ah Rafidhah dengan ‘pimpinan’ nya: Ayat Syaithan Al-Khumaini.

Semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah Majusi, Yahudi, dan Syi’ah.

Itulah sebagian kecil dari potret buram negara Iran yang dieluh-eluhkan sebagian kalangan sebagai negara Islam.
Bahkan sampai hari ini keloyalan mereka terhadap bangsa Yahudi sangatlah jelas, tentunya bagi mereka yang selalu memperhatikan waqi’/ realita yang terjadi tidak akan mengingkarinya, cukuplah ini sebagai bukti, ini juga, ini juga, ini juga, ini juga, ini juga, ini juga.
dan masih banyak lagi…….

Walaupun secara Zhahirnya ia selalu mengecam Yahudi dan kebijakannya, ternyata….. subhanallah.

________________________________________

sumber dari: http://haulasyiah.wordpress.com/2009/01/19/antara-saudi-dan-iran/

Filed under: Al-Islam, Nasihat,

basmallah

Nasihat…

أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ"Apakah kalian merasa aman terhadap "Yang di langit" bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kalian?" [Al-Mulk:16] Menurut Ibnu 'Abbas yang dimaksud dengan "Yang di langit" adalah Allah seperti disebutkan dalam kitab Tafsir Ibnul Jauziy.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- dari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
سَيَأْتِيْ عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ, يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ, وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا اْلأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ . قِيْلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قال: الرَّجُلُ التَّافِهُ فِيْ أَمْرِ العَامَّةِ “Akan datang pada manusia tahun-tahun yang menipu; di dalamnya pendusta dibenarkan, orang jujur didustakan; orang yang penipu dipercaya, dan orang yang amanah dianggap pengkhianat, serta ruwaibidhoh ikut berbicara”. Ada yang bertanya, “Apa itu ruwaibidhoh (orang lemah)?” Beliau bersabda, “Dia adalah seorang hina (dungu) berkomentar tentang urusan umum”.
[HR. Ibnu Majah dalam Kitab Al-Fitan (4036). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no.1887)]
Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
فَوَاللهِ لاَ الْفَقْرُ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوْهَا كَمَا تَنَافَسُوْهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ “Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas diri kalian. Tapi khawatirkan kalau dibukakan dunia bagi kalian sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang (kafir) sebelum kalian, lalu mereka pun berlomba-lomba meraihnya sebagaimana mereka berlomba-lomba meraihnya; (aku juga khawatirkan) kalau dunia itu akan membinasakan kalian sebagaimana dunia telah membinasakan mereka”.
[HR. Al-Bukhori dalam Shohih-nya (3158, 4015 & 6425), dan Muslim (2961)]

Belajar tentang islam …

Mengikuti jejak pendahulu yang sholeh
Jihad adalah kemuliaan bukan kenistaan
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا وَاسْتَعِيْنُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ “Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ia berkata: ‘Sesungguhnya agama ini adalah mudah. Dan tidak seorangpun memberat-beratkan dalam agama ini kecuali ia yang akan terkalahkan olehnya. Maka berusahalah untuk benar, mendekatlah, gembiralah dan gunakanlah pagi dan petang serta sedikit dari waktu malam’.” [Shahih, HR. Al-Bukhari, Kitabul Iman Bab Ad-Dinu Yusrun]

Nasihat salaf…

"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
[Umar bin Abdul Aziz]

Download ebook..

Download Kitab dari  ulama Ahlussunnah wal jamaah

RSS Ulama sunnah

  • Hukum Memakai Kaos Bola Bertuliskan Nama Orang Kafir
    Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Asy Syaikh ditanya tentang memakai baju yang dipakai orang-orang kafir di mana di bagian punggungnya terdapat nama olahragawan (pemain bola) kafir tanpa meniatkan tasyabbuh (meniru kebiasaan) mereka. Maka beliau menjawab: “Perbuatan ini termasuk pengagungan terhadap orang kafir. Selama ia memakai baju yang terdapa […]
  • Biografi Asy Syaikh Abdullah Aqil rahimahullah
    Nama Beliau Nama beliau adalah Abdullah bin Abdil Aziz bin Aqil bin Abdillah bin Abdil Karim Al Aqil Kelahiran Beliau Beliau lahir di kota Unaizah pada tahun 1335 H, bertepatan dengan tahun 1917 M. Beliau dilahirkan di keluarga yang sibuk dengan ilmu. Ayah beliau adalah ulama Unaizah, Asy Syaikh Abdul Aziz Al Aqil. Paman beliau [...]
  • Kasih Sayang Rasullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam terhadap Hewan
    Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu 1. Dari Suhail bin Hanzhaliyah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati unta yang kurus, lalu beliau bersabda, اِتَّقُوا اللهَ فِيْ هَذِهِ الْبَهَائِمِ الْمُعْجَمَةِ فَأَرْكَبُوْهَا صَالِحَةً ، وَكُلُوْهَا صَالِحَةً “Bertaqwalah kepada Allah dari unta ini, dan kendarailah dengan ba […]
  • Tanggung Jawab Kedua Orang Tua serta Para Pengajar
    Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا} “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (At-Tahrim: 6) Seorang ibu, ayah, serta pengajar, akan dita […]
  • Usamah bin Ladin Mujahid di Jalan Syaithan
    oleh: Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad -hafizhahullah- Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad -hafizhahullah- ditanya tentang kematian seorang khawarij Usamah bin Ladin (Osama bin Laden) bertepatan dengan hari Senin (28/5/1432 H) ba’da shalat Isya. Soal: Apa pendapat yang objektif tentang kematian Usamah bin Ladin karena ada yang bergembira dengan kematianny […]
Klik untuk mengenal lebih jauh Erwin

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya.

Erwin berkata….

  • Lanjutan Materi Daurah Fiqih Nasional 1433 H / 2012: InsyaAllah materi lanjutan Daurah Fiqih Nasional sudah bisa... bit.ly/LQFvMi 3 hours ago
  • 35 Different Car Models - We all dream of a range of dream cars. Cars have become one of the most popular means of t... ow.ly/1k8zAg 2 days ago
erwin @twitter

Friendfeed

View my FriendFeed
buattoko.com - memiliki toko online itu mudah

Forum Mac User

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia
Free open source Mac software

RSS Udaramaya…

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS New-Freeware

RSS Top ten Freeware…

RSS Techrepublic…

RSS Gizmo…

  • Watch 6301 Full-Length Documentaries From Your Browser for Free
    "If you've ever wished that YouTube was more serious, or in-depth, or intellectual, then here's a treat for you. A web site from which you can want thousands (6301 to be precise) full-length documentary programmes on everything from money to health to music to sexuality." http://www.techsupportalert.com/content/watch-6301-full-length-docu […]
  • Search Multiple Music Web Sites For Your Favourite Tracks
    Our Hot Finds Editor says "There are lots of web sites that allow you to listen to music for free. But what if you are looking for a specific track, and especially an obscure one? Do you have to visit each of the sites in turn, searching to see if they have your track on offer? Needless to say, the answer is no. Here are at two free online services whic […]
  • Play The Original Wolfenstein Games In Your Browser For Free
    Our Hot Finds Editor Robert Schifreen writes "In these days of photo-realistic 3D games, it's hard to remember programs such as Castle Wolfenstein that started off the whole genre 20 years ago. If you want to relive your childhood, or you want to see what those original games were like, or you just want to play a simple, fast, fun 3D shooting-based […]
  • New: Best Free Software for Mac OS
    Our long-promised Mac OSX freeware guide is now online. So if you have an Apple Mac laptop or desktop then check out some of the great freebies you can download and install without spending a cent. Already we have 134 applications in 88 categories so there is plenty to choose from. And if you feel we have left something out please make a suggestion in the co […]
  • Website of the Week
    This site provides an ideal source of entertainment and information on science, technology and medicine, with topics ranging from global warming and black holes to Neanderthals and robots. Written for a general audience, it delivers entertaining, timely, thought-provoking and often humorous content. http://www.techsupportalert.com/content/website-week-discov […]

Blog Stats

  • 99,565 hits
web stats
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.