Nasihat yang sangat berharga dari Al ‘Allamah al Muhaddits Rabi’ bin Hadi al Madkhali kepada anak-anaknya Salafiyyin di Yaman dan selainnya, tentang perselisihan yang terjadi antara dua syaikh : Yahya al Hajuri dan Abdurrahman al ‘Adani
Tanggal nasehat : 17-4-1429 H
Ditranskrip oleh : Abdul Wahid bin Hadi Al-Madkhali
Diterjemahkan oleh : Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi
Muqaddimah
بسم الله الرحمن الرحيم
إنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نحمده ونَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِالله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ومن سَيئات أعمَالنا مَنْ يَهْدِه اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وحدَهُ لا شريكَ لهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ } .(1)
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً }(2).
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا}(3) .
Amma ba’du:
Ini adalah nasehat penting yang sangat berharga dari Syaikh kami Al-Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali -semoga Allah memberi taufiq kepada beliau dan mengangkat kedudukannya di dua tempat (dunia dan akhirat) – beliau tujukan kepada anak-anak beliau dari salafiyyin terkhusus permasalahan yang terjadi di Yaman. Beliau menyampaikannya di hadapan beberapa salafiyyin dari Yaman di rumah beliau di Makkah, setelah Maghrib hari Rabu tanggal 17-4 1429 H.(4)
Syaikh hafidzahullah tidak memiliki semangat untuk memberi nasehat ini, melainkan setelah beliau melihat menyebarnya fitnah ini, pengaruhnya yang buruk dan tanpa ada keterangan yang jelas pada sebagian para pemuda.(5)
Dan Syaikh Rabi’ sejak sebelumnya dan masih terus dalam memberi nasehat di berbagai majelis dan pelajaran beliau dan berijtima’ dengan para ulama dari Yaman serta juga percakapan lewat telepon dan yang lainnya.(6) Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberi manfaat nasehat ini kepada salafiyyin, di setiap tempat yang sampai kepada mereka nasehat-nasehat yang mulia dan berharga ini. Agar telinga yang menyimaknya dan akal cemerlang yang berfikir. Walhamdulillahi rabbil alamin.
Abdul Wahid bin Hadi Al-Madkhali
Madinah Nabawiyyah, 26-4-1429 H
Berkata Syekh Rabi’ –semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjaganya:
Alhamdulillah, shalawat dan salam buat Rasulullah, keluarganya dan yang mengikuti bimbingannya.
Amma ba’du:
Wahai orang-orang yang aku cintai, para penuntut ilmu,murid-murid syaikh Muqbil di Yaman dan di setiap tempat, bersyukurlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas apa yang telah diberikan kepada kalian dari berbagai kenikmatan. Yaitu dengan mengenal madzhab Salafus Shalih yang merupakan pancaran dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wasallam. Bersyukurlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas hal ini, dan atas dakwah kalian yang agung yang telah menerangi negeri Yaman, yang menghancurkan gelapnya kejahilan, syirik, khurafat dan Rafidhah.
Kalian demi Allah dalam kenikmatan yang besar, musuh-musuh kalian merasa dengki terhadap kalian – dengan kedengkian yang sangat – dan menunggu adanya petaka yang akan menimpa kalian, mereka senang dengan adanya perselisihan dan fitnah ini. Maka barangsiapa yang menghormati dakwah ini, dan ikhlas kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala , maka hendaklah memelihara dakwah ini, yaitu dengan menyatukan kalimat dan meninggalkan perpecahan, karena sesungguhnya perselisihan itu merupakan kejahatan.
وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ
“Dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu “ (QS.Al-Anfaal:46)
Yang dimaksud “riihukum” adalah kekuatan kalian.
Dakwah kalian kuat, namun dengan perselisihan ini menyebabkan kelemahan dan kegagalan!!
Fitnah itu – sebagaimana yang dikatakan – berkata Sufyan bin Uyainah dari Khalaf bin Hausyab bahwasanya mereka disaat fitnah, mereka mempermisalkannya dengan bait-bait sya’ir ini:
Peperangan itu disaat usianya masih muda
Dengan hiasannya dia berlari kepada setiap yang jahil
Sehingga tatkala berkobar dan apinya menyala-nyala
Maka dia menjadi nenek tua yang tidak seorangpun mau menikah dengannya
Rambut hitam telah bercampur uban, warna kulit indah berubah keriput
Yang dibenci untuk dicium dan dikecup (7)
Peperangan (fitnah) itu pada saat pertama kali –masya Allah- setan bersama dengan setan-setan manusia menghiasinya untuk orang-orang bodoh, sehingga mereka terjatuh ke dalamnya. Maka jika telah menyala dan berkobar apinya, maka jelaslah bagi mereka dampak yang buruk terhadap fitnah ini.
Orang yang berakal dapat mengetahui fitnah ketika ia datang, sedangkan orang tidak berakal tidak mengetahui fitnah melainkan setelah berlalu. Saya berharap kalian di sini dan di Yaman seluruhnya menjadi orang-orang yang berakal, dan menjadi orang berakal yang paling mulia. Saya berharap kalian berada di tingkatan yang agung ini. Jangan kalian bersegera menuju fitnah, lalu kalian menyalakannya dan kalian tumpahkan bensin di atasnya –sebagaimana kata orang-, api membutuhkan air untuk memadamkannya. Adapun dengan bensin, maka semakin mengobarkannya –demi Allah-, membicarakannya, –demi Allah- merupakan bensin dan bahan bakar fitnah ini.
Maka aku menasehati kalian dengan menjaga lisan-lisan kalian dari turut campur ke dalam fitnah ini. Dan hendaklah kalian bersaudara diantara kalian. Dan siapa yang muncul diantara mereka sikap saling menjauhi, maka hendaklah mereka kembali kepada kebenaran. Syaikh Yahya termasuk orang yang paling afdhal dan memiliki kekuatan besar dan Syaikh Abdurrahman termasuk orang yang paling afdhal dan memiliki kekuatan besar. Dakwah Salafiyyah membutuhkan lebih dan lebih banyak lagi dari jumlah ini, membutuhkan pusat-pusat dakwah (markaz), butuh dakwah dan para da’i , dan seterusnya. Yaman yang berjumlah lebih dari 20 juta manusia membutuhkan –demi Allah- ratusan ribu para da’i -semoga Allah memberkati kalian-. Baca entri selengkapnya »
Filed under: Al-Islam, Ahlussunnah Wal Jamaah, Al-Islam, Salafy












