Pagi itu aku hendak membeli bensin di POM bensin milik Pertamina, kebetulan memang pom bensin itu adalah POM bensin yang biasa aku kunjungi . Pom bensin itu terletak di daerah Meruya selatan.
Disaat mengantri giliran untuk membeli bensin itu aku melihat sepintas sesosok orang dengan penampilan yang kumal dan dekil hendak mencari sesuatu di dalam keranjang sampah di sebelah ku. Terlihat wajahnya yang jelek dan tidak karuan (maaf) , beliau adalah ternyata seorang wanita paruh baya dengan perawakan yang kurus. Tadinya aku mengira kalau ia adalah seorang yang tidak waras karena penampilannya tersebut. Namun ternyata beliau adalah seorang pemulung yang hendak mengumpulkan sampah plastik.
Kemudian aku menyadari bahwa ada seuatu yang berbeda pada pemulung tersebut, ada sesuatu yang sebenarnya adalah amalan hati namun beliau tampakan dalam fisiknya. yaitu Ketegaran dan ketabahan yang terpancar dari raut wajah beliau, matanya yang terlihat bersemangat, seolah olah mengatakan kepada diriku ini “Lihatlah aku, aku termasuk orang yang bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada ku”.
Padahal kiranya si pemulung tersebut bisa saja meminta-minta uang kepada orang disekitarnya namun demikian ia tidak melakukan hal tersebut. Ia lebih bersabar atas hal yang menimpanya.
Aku mendapat pelajaran yang sangat berharga dari pemulung tersebut, pelajaran yang lebih berharga bahkan dibandingkan dengan apa yang bisa di terima seseorang di bangku kuliah. Kita yang mendapat gaji bulanan (yang jumlahnya sudah pasti) terkadang masih sering merasa kurang. padahal pemulung yang tidak pasti pendapatannya justru terlihat sangat bersyukur atas apa yang menimpanya.
Ya Allah, Al Wahab , Ar Razaq …..berikanlah aku nikmat yang cukup, dan jadikanlah aku termasuk golongan orang yang bersyukur atas nikmat Mu dan jangankan jadikan aku golongan orang-orang yang kufur nikmat, yang akan Engkau berikan adzab kepada mereka. Aaminn
Filed under: Blog



















