you're what you choose to be…

Self Employed Graphics Designer and Web Developer.

[dijual] Apple Power Mac G4 Quicksilver..

Bismillah
dengan spesifikasi sebagai berikut:

Apple Power Mac G4 Quicksilver
Model Number: M8493
733MHz
512MB of RAM (SDRAM 256+128+128)
40GB Hard Drive
CD-RW Read the rest of this entry »

Filed under: Apple, Komputer , , ,

Inkscape: Open Source Vector Graphics

Inkscape is a vector graphics editor application.

Inkscape Wiki

Inkscape: Guide to a Vector Drawing Program

by Tavmjong Bah // 0.13 (Documenting version 0.45.1)

[Download] – - Official Releases – - Stable release 0.45.1

  • Source Tarball — .gz See README to install, or CompilingInkscape for troubleshooting help.
  • <!–

  • Linux Source (SRPM) — .rpm
  • Static binary RPM — i386 .rpm or i686 .rpm
  • Note: These RPMs are not really static in that they include only libraries known not to be available on every RPM-based Linux distribution. Also, Dependency checking is disabled so you will not be warned about missing dependencies prior to running the program.

    –>

  • Linux Autopackage — .package (See autopackage.org for directions).
  • Mac OS X Tiger and Leopard — Universal .dmg, Mac OS X Panther — PPC .dmg
  • Fedora users: Inkscape 0.45 is available for FC-4, FC-5 and FC-6 from Fedora Extras. Just type:
    yum install inkscape
  • Debian Sarge/stable/testing users: add the following two lines to your /etc/apt/sources.list:
     deb http://honk.physik.uni-konstanz.de/~wolfi/inkscape sarge/ deb-src http://honk.physik.uni-konstanz.de/~wolfi/inkscape sarge/

___________________________________

copy from : http://remixreality.net/secondlife/?p=7

Filed under: Design grafis , ,

Space Lighting Effects in 10 Steps – Photoshop Tutorial

Abduzeedo means abducted in portuguese, the spelling is not exactly that, it should be abduzido. But the whole idea for the Abduzeedo’s design is the space. I’m really fan of playing with this subject because we are sort of free to create whatever we want, and using Photoshop that really means everything.

So in this Photoshop tutorial I will show you how to create a space scene with some nice Lighting Effects in 10 Steps.

Step 1

Create a new document, I’m using my computer screen’s resolution (1440×900 pixels) so I can use it as a wallpaper later. Add a new Layer and fill it with any color then go to Layer>Layer Styles> Gradient Overlay. You can add a gradient layer as well, I simply prefer the Layer Styles.

Space Lighting Effects in Photoshop | Abduzeedo - abducted by design

Step 2 – Retro Colors

Create a new layer and fill it with white, then go to Filter>Render>Lighting Effects. Change the style to RGB lights. Use Negative 60 for the Intensity, Narrow 96 for the focus, and for the other options keep the same.

Space Lighting Effects in Photoshop | Abduzeedo - abducted by design

Step 3

Lets add some blur, go to Filter>Blur>Gaussian Blur. Use 80 pixels for the Radius. The last thing here will be change the Blend Mode to Overlay. Doing that the RGB color will be hardly visible but later on with the other layers it will work ;)

Space Lighting Effects in Photoshop | Abduzeedo - abducted by design

Step 4 – Creating Stars

Creating Stars in Photoshop is something really easy. Create a new layer, fill it with black, and change the Blend Mode to Screen. After that go to Filter>Noise>Add Noise. Use 10% for the Amount, Gaussian for the Distribution and select Monochromatic. You will have a layer full of noise, then to create the start just change the levels of the layer, go to Image>Adjustment>Levels. For the Input Levels use 65, 1.00, 99. Doing that you will increase the black so just the bigger dots will appear, also you will increase the white, making the dots that appear brighter.

Space Lighting Effects in Photoshop | Abduzeedo - abducted by design

Read the rest of this entry »

Filed under: Design grafis , ,

Siapakah Aktor Intelektual Pembela Hizbiyyah ?

KESAKSIAN AL USTADZ ABU MAS’UD
Rabu, 12 Juli 2006 di Ma’had Umar Ibnul Khattab
Paciran-Lamongan
Jawa Timur

Berkata al Ustadz Abu Mas’ud:
kitab“Khutbatul Hajat
Thoyyib insya Allah, dalam kedatangan kawan-kawan dari Ma’had Al-Bayyinah (Sedayu, Gresik-ed) ke Ma’had kita, yaitu (Ma’had) Umar bin Al-Khattab dalam rangka mencari kejelasan atas perkara yang selama ini terjadi di pertengahan dakwah Salafiyyah di Indonesia. Adapun yang akan kita bicarakan sebagaimana permohonan sebagian kawan di sini, yaitu permasalahan yang berkaitan dengan masalah perpecahan yang ada dalam medan dakwah Salafiyyah di Indonesia. Dan di sini saya Abu Mas’ud karena juga termasuk mengetahui sedikit perkara seputar masalah ini, maka sebagian kawan memohon agar saya menjelaskan kepada orang-orang yang mungkin membutuhkan untuk masalah ini dan semoga apa yang akan kita jelaskan bermanfaat bagi kita semua yang hadir di sini, bagi kawan-kawan yang sampai kepadanya tentang masalah ini melalui beberapa perantara, mungkin melalui kaset, mungkin melalui tulisan dan melalui internet atau yang semisal dengannya.

Yang akan kita bicarakan, yaitu mungkin beranjak dari apa yang dikenal dengan dakwah Salafiyyah di Indonesia. Dulu, ketika saya masih di Pakistan pada tahun 1990-1994 permasalahan yang semisal ini sudah pernah terjadi dibicarakan di sana. Kemudian, setelah saya pindah ke Saudi Arabia tepatnya di kota Mekkah, permasalahan ini juga termasuk permasalahan yang sudah sering dibicarakan, baik masalah Ihya’ut Turots Kuwait, baik masalah-masalah Jum’iyah yang lain atau masalah-masalah yang berkaitan dengan masalah manhaj, ini sudah pernah dibicarakan panjang lebar. Kemudian, sepulang saya dari Saudi Arabia sekitar pada tahun 1995, di pertengahan tahun waktu itu saya belum pernah mendengar masalah ini di Indonesia karena saya masih awal. Setelah itu, pada tahun 96 saya sebagai pengajar di Al-Furqon Gresik di Ma’hadnya Aunur Rofiq Ghufron. Nah..dari situ saya terus mendengar beberapa permasalahan seputar dakwah Salafiyyah di negeri kita ini sebagaimana yang dulu saya dengar di Saudi Arabia atau di Pakistan sebelumnya.

Kemudian, permasalahan yang berkaitan dengan masalah perpecahan dakwah Salafiyyah dan ini adalah berawal dari sebagian kawan para da’i di Indonesia ini bermuamalah dengan beberapa yayasan yang dikenal dengan yayasan penyandang dana, seperti As-Sofwah, seperti Ihya’ut Turots Kuwait dan yang lain banyak sekali seperti Al-Haramain atau beberapa yayasan yang mungkin kita tidak perlu menyebutkannya, yang jelas banyak sekali. Dari sini timbul sebagian koreksi-mengkoreksi atas sebagian para da’i waktu itu, kita dengar perselisihan antara Jafar Umar Tholib dengan Abu Nida’ cs, Aunur Rofiq dan yang lain yang berkumpul dengan mereka. Ketika saya mendengar tentang masalah ini, waktu itu adalah berkenaan dengan masalah Yayasan As-Sofwah. Waktu itu pembicaraan tentang As-Sofwah sudah panjang lebar dibicarakan dengan Ja’far Umar Tholib dan kawan-kawan.

Ketika itu saya mendengar masalah ini, ketika itu saya bertanya kepada kawan-kawan yang saya percaya bahwasanya menurut pengakuan sebagian kawan-kawan As-Sofwah adalah sebuah Yayasan yang disebut kawan-kawan menyandang dana dalam arti hanya sekedar membantu. Adapun misi yang lain di sela-sela membantu itu ataupun di waktu dia membantu ini waktu itu tidak diketahui tentang keburukannya, karena sebagian kawan yang saya tanya jawabannya adalah: “Ya selama ini –katanya- tidak ada masalah.” Dan kita ketahui Muhammad Khalaf secara khusus arahnya tidak macam-macam dalam arti tidak membikin repot dalam masalah dakwah sementara kritikan gencar dari Ja’far Umar Tholib dan kawan-kawan yang sepaham waktu itu. Ketika itu ya kita tidak… kalau saya pribadi saya tidak mempercayai tentang kritikan dari Ja’far Umar Tholib, kenapa? Karena kita mendapatkan beberapa koreksi tentang Ja’far Umar Tholib dari sisi tidak jujurnya ketika bercerita atau dalam sisi tidak cocok antara apa yang ia ceritakan dengan kenyataan yang berkaitan dengannya. Maka prinsip saya secara pribadi saya tetap juga membolehkan mengambil dana dari Yayasan As-Sofwah tapi di saat itu saya terus melihat, mencari sejauh mana Yayasan As-Sofwah ini dalam masalah penyelisihannya terhadap syari’at Islam, terhadap manhaj akhirnya sayapun pernah ketemu sekali dengan Muhammad Khollaf di al-Furqon, ketika saya tanya-tanya tentang masalah tertentu berkaitan dengan masalah manhaj di situ saya memiliki sedikit koreksi terhadap dia.

Kemudian permasalahannya ini semakin terus memanjang, dan ini kejadiannya sekitar tahun 99, kemudian pada tahun 2000 ternyata yayasan As-Sofwah waktu itu mengirim sebuah undangan tapi melalui pihak al-Furqon dalam arti undangan yang datangnya dari As-Sofwah melalui via telepon kemudian dikirim sebagian kawan di al-Furqon yaitu oleh Rahmat Hadi kemudian dibahasakan dalam bentuk tulisan. Nah, isinya adalah mengajak adanya pertemuan untuk muqobalah antara ustadz-ustadz al-Furqon dan karyawan, mungkin seperti itu, semisal dengan itu, pertemuan ini maunya diadakan di al-Irsyad Surabaya, isinya adalah untuk membicarakan masalah maudhu’ dakwah dan mutu para da’i, menurut pengakuan As-Sofwah ini katanya permintaan para muhsinin Saudi Arabia tapi dalam isi undangan ini ada sedikit keganjalan atau permasalahan yang kita bicarakan yang kita anggap itu perkara yang menyelisihi manhaj , di situ dijelaskan bahwasanya tidak boleh tidak hadir dalam menghadiri undangan ini dan tidak boleh udzur dan barangsiapa yang tidak hadir maka dianggap keluar dari guru atau karyawan al-Furqon. Nah isi undangan yang semacam ini saya nilai menyelisihi manhaj dalam arti As-Sofwah adalah sekedar Yayasan yang membantu al-Furqon dalam rangka untuk berdakwah, karena ada sisi mendikte al-Furqon untuk menganggap keluar atau masuknya seorang guru tergantung dia karena barang siapa yang tidak hadir dianggapnya keluar dari guru atau karyawan al-Furqon sementara undangan tadi itu bikinannya As-Sofwah yang diminta oleh As-Sofwah agar ditandatangani oleh Aunur Rofiq. Aiwa, ditandatangani. dan menyebarkannya diantara guru-guru di al-Furqon diantaranya saya dan ustadz Nurul Yaqin dan yang lainnya, karena saya melihat ini adalaah menyelisihi manhaj saya langsung. saya banting-banting itu isi undangan dan besoknya saya datangi Aunur Rofiq ke rumahnya, saya tanya sejauh mana hubungan antum dengan As-Sofwah jawabnya sejauh apa yang kita ketahui adalah sekedar mereka membantu dan kami menggunakan dana untuk kepentingan dakwah. “Cuma itu?” Jawaban beliau : “Ya”. “Kemudian apakah tidak ada nanti terakhirnya itu Ma’had ini dikuasai oleh mereka?”, “Tidak ada”, (jawab Aunur Rofiq). Tapi kenyataan yang ada dalam undangan ini adalah ada sisi kekuasaan atas mereka atau ada sisi penguasaan dari mereka atas al-Furqon maka itu saya bilang sama Aunur Rofiq: yang jelas saya nilai ini adalah undangan yang bermakna hizbiyah saya tidak hadir dalam acara yang akan diadakan di Surabaya, di al-Irsyad, saya pribadi saya nggak hadir.

Kemudian setelah itu sebagian guru muda di sana bertanya kepada Aunur Rofiq karena mendengar saya tidak hadir. Maka menurut sebagaimana yang disyaratkan dalam isi undangan, barangsiapa yang tidak hadir dianggap keluar dari guru atau karyawan al-Furqon, akhirnya sebagian guru muda menjumpai Aunur Rofiq (dan bertanya): “Apakah Abu Mas’ud tahun ajaran baru depan ini masih disuruh mengajar disini?” Kata Aunur Rofiq: “Masih, kalau mau”. Akhirnya sebagian guru yang mendengar itu datang ke tempat kami disini, menemui saya dan menemui ustadz Nurul Yaqin untuk menawarkan dan menanyakan: “Apakah masih mau mengajar di sana?” Saya bilang: “Saya masih mau mengajar asal hubungannya al-Furqon dengan As-Sofwah tidak semisal itu, tidak seperti itu. Akhirnya mereka sidang, para guru-guru muda ini sidang membicarakan masalah ini menimbang antara mashlahat dan madhorot, kalau kita menuruti undangannya As-Sofwah kita akan kehilangan Abu Mas’ud, kalau kita nanti memakai Abu Mas’ud kita akan kehilangan dana. Kemudian mana yang lebih ashlah, mana yang lebih menguntungkan dalam masalah dakwah, akhirnya mereka memutuskan menghadiri undangan itu tapi dalam rangka mempermasalahkan isi undangan, sementara mereka Abubakar al-Fui yang didampingi oleh Farid Okbah itu ndak tahu rencananya guru-guru itu ke al-Irsyad. Mereka mendatangi undangan dikiranya sekedar langsung mulus gitu aja, ternyata sampai sana dipermasalahkan isi undangan yang ditulis oleh pihak al-Furqon atas suruhan As-Sofwah tadi itu. Setelah dipermasalahkan panjang lebar sampai lama akhirnya terakhir tidak ada pertemuan, kenapa? Karena mereka memohon agar Abu Mas’ud jangan dikeluarkan dengan tidak hadirnya ini, (sementara) mereka (As-Sofwah) meminta agar dikeluarkan karena tidak menuruti isi undangan. Akhirnya mereka memutuskan semuanya tidak menerima muqobalah, tidak menerima pertemuan dan titik terakhirnya akhirnya As-Sofwah pun memutus hubungan dengan al-Furqon karena tidak mau menuruti mereka, dalam arti adanya muqobalah yang disyaratkan siapa yang tidak hadir dianggap keluar dari guru atau karyawan al-Furqon.

Waktu itu Aunur Rofiq tidak ada di Jawa, Aunur Rofiq dikirim oleh As-Sofwah ke Medan dalam rangka berdakwah, kemudian..ini pada tahun 2000. Kemudian pada tahun 2001 akhirnya saya pun tetap mengajar dari 2000-2001 karena As-Sofwah sudah memutus dana dan saya masih mau mengajar karena sudah tidak ada hubungan dengan As-Sofwah yang di atas pernyataannya yang batil tadi itu, karena mereka juga berani menolak isi undangan yang tadi itu, ndak menerima adanya muqobalah akhirnya As-Sofwah pun memutus dana dan kita pun masih tetap mengajar selama setahun pada tahun 2001.

Lha…pada tahun 2001 saya ketemu Sholeh Su’aidi di rumahnya di Salatiga. Waktu itu kita bicara-bicara tentang masalah umum lha tiba-tiba Sholeh Su’aidi ini nyeletuk bicara masalah tidak senangnya hubungannya Jamilurrohman dengan As-Sofwah. karena dia juga termasuk baru pulang dari Yaman dan memberikan pernyataan seperti itu maka sayapun akhirnya sambut..saya sambut, saya tambah, saya jelaskan pada dia tentang tindakannya As-Sofwah selama ini di al-Furqon. Akhirnya Sholeh Su’aidi bersikeras, agar apa? (agar) Saya ini menjelaskan di depan kawan-kawan di Jogja tentang masalah As-Sofwah, tapi saya nggak mau, saya keberatan, kenapa? Karena saya takut nanti dikatakan rebutan uang, karena pernah sebagian kawan cerita sama kawan-kawan di Bukhori, Ma’had Bukhori di Solo, diantara mereka ada yang menyatakan dulu kamu ndak pernah bicara tentang As-Sofwah, sekarang di putus dana baru bicara. Nah saya mendengar kalimat ini saya ndak mau jadi orang yang kedua dikatakan rebutan duit , saya ndak mau bicara masalah ini. Akhirnya Sholeh pun menekan sampai pagi saya mau pulang pamitan pulang dari Salatiga ke Jatim ditekan terus di jalan. Akhirnya saya bilang saya mau tapi dengan syarat: “Kamu ikut dalam masalah ini, dan yang punya acara kamu dan saya sekedar memberikan penjelasan di belakang kamu” Sholeh pun akhirnya mau, terus kita janjian, membikin waktu, waktu itu kita tetapkan tgl 20 April 2001 akhirnya terjadilah pembicaraan masalah ini di Jogja di Jamilurrohman, dan isi pembicaraan bukan hanya sekedar masalah As-Sofwah tapi menyangkut masalah dakwah secara umum. Di situ kita bicarakan demi mengutuhkan dakwah ini biar ndak berpecah-belah, dakwah Salafiyyah ini biar ndak berpecah-belah, ndak semakin terpuruk. Akhirnya waktu itu kita bicarakan demi dakwah Salafiyyah ini biar ndak berpecah-belah kita perlu bicara masalah-masalah tertentu, diantaranya apa? Kita harus menjaga jangan sampai kita ini mudah dipermainkan oleh orang-orang yang menyandang dana seperti As-Sofwah, demi menjaga dakwah Salafiyyah kita jangan menyekolahkan anak didik kita ke sekolah-sekolah yang tidak jelas pemikirannya seperti LIPIA, kemudian ditambah dengan masalah-masalah lain, waktu itu Sholeh Su’aidi menambah masalah Ihya’ut Turots Kuwait, demi menjaga dakwah Salafiyyah, kita jangan mengambil dana ke Ihya’ut Turots Kuwait.

Lha.. Read the rest of this entry »

Filed under: Nasihat , , , ,

Antara Saudi dan Iran

kitabBerbicara tentang sebuah realita memang harus didasari ilmu. bagaimana jadinya jika ternyata seseorang salah dalam berbicara tentang sebuah realita? tentu kekonyolanlah yang akan ia dapatkan. Terlebih ketika realita tersebut memang sudah menjadi suatu yang umum diketahui semua kalangan.
Kiranya inilah yang sering menimpa sebagian saudara-saudara kita kaum muslimin, dimana mereka sering salah dalah menyikapi sebuah realita yang sebenarnya sudah jelas keadaannya, sebagaimana jelasnya rembulan purnama dimalam yang cerah.
Diantaranya adalah ketika menyikapi daulah Saudi Arabiyah yang dipenuhi kebaikan. Padahal dengan sangat jelas kebaikannya dapat dirasakan semua kalangan, baik bagi mereka yang berada di negeri tersebut atau yang berada di luar, tak terkecuali kaum muslimin yang berada di Indonesia. diantara kebaikannya untuk masyarakat Indonesia adalah
1. bantuan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh Darussalam dalam jumlah yang sangat besar.
2. Bantuan dana untuk pembangunan masjid di daerah Palu senilai 900 juta.
3. dan masih banyak lagi yang tidak mungkin kami sebutkan satu per satu.

Demikian pula bantuannya untuk saudara-saudaranya yang tertimpa bencana di berbagai negeri dibelahan dunia:
1. Untuk saudaranya yang tertimpa musibah di daerah Gaza dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan himbauan ini langsung dari raja Abdullah.
2. dan masih banyak lagi yang sekali lagi; tidak bisa kami sebutkan satu persatu dalam tulisan yang terbatas ini.

berbeda halnya dengan Iran, sebuah negara yang sejak awal munculnya sudah memikul sejarah buram.
1. Iran atau yang juga disebut sebagai Persia adalah basis orang-orang majusi, para penyembah api.
2. Iran yang padanya terdapat sebuah daerah yang bernama Ashbahan adalah basis bagi orang-orang yahudi dan akan menjadi pengikut Dajjal. sebagaimana yang telah dijelaskan nabi kita didalam haditsnya yang shahih.

Yang lebih ‘mengagumkan’ ternyata Iran adalah salah satu negara yang banyak ‘mengoleksi’ bangsa Yahudi.

3. Iran adalah markas besar bangsa Syi’ah Rafidhah dengan ‘pimpinan’ nya: Ayat Syaithan Al-Khumaini.

Semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah Majusi, Yahudi, dan Syi’ah.

Itulah sebagian kecil dari potret buram negara Iran yang dieluh-eluhkan sebagian kalangan sebagai negara Islam.
Bahkan sampai hari ini keloyalan mereka terhadap bangsa Yahudi sangatlah jelas, tentunya bagi mereka yang selalu memperhatikan waqi’/ realita yang terjadi tidak akan mengingkarinya, cukuplah ini sebagai bukti, ini juga, ini juga, ini juga, ini juga, ini juga, ini juga.
dan masih banyak lagi…….

Walaupun secara Zhahirnya ia selalu mengecam Yahudi dan kebijakannya, ternyata….. subhanallah.

________________________________________

sumber dari: http://haulasyiah.wordpress.com/2009/01/19/antara-saudi-dan-iran/

Filed under: Al-Islam, Nasihat ,

Hukum Multi Level Marketing (MLM)

(Ust. Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi)
kitabPengantar Termasuk masalah yang banyak dipertanyakan hukumnya oleh kaum muslimin yang cinta untuk mengetahui kebenaran dan peduli dalam membedakan halal dan haram adalah masalah Multi Level Marketing (MLM). Transaksi dengan sistem MLM ini telah merambah di tengah manusia dan banyak mewarnai suasana pasar masyarakat. Maka sebagai seorang pebisnis muslim, wajib untuk mengetahui hukum transaksi dengan sistem MLM ini sebelum bergelut didalamnya. Sebagaimana prinsip umum dari ucapan ‘Umar radhiyallahu’anhu: “Jangan ada yang bertransaksi di pasar kami kecuali orang yang telah paham agama.” (Dikeluarkan oleh At-Tirmidzy dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albany) Maksud dari ucapan ‘Umar adalah bahwa seorang pedagang muslim hendaknya mengetahui hukum-hukum syariat tentang aturan berdagang atau transaksi dan mengetahui bentuk-bentuk jual-beli yang terlarang dalam agama. Dangkalnya pengetahuan tentang hal ini akan menyebabkan seseorang jatuh dalam kesalahan dan dosa. Sebagaimana telah kita saksikan tersebarnya praktek riba, memakan harta manusia dengan cara yang batil, merusak harga pasaran dan sebagainya dari bentuk-bentuk kerusakan yang merugikan masyarakat, bahkan merugikan negara. Maka pada tulisan ini, kami akan menampilkan fatwa ulama terkemuka di masa ini. Mereka yang telah di kenal dengan keilmuan, ketakwaan dan semangat dalam membimbing dan memperbaiki umat. Walaupun fatwa yang kami tampilkan hanya fatwa dari Lajnah Da’imah , Saudi Arabia , mengingat kedudukan mereka dalam bidang fatwa dan riset ilmiah. Namun kami juga mengetahui bahwa telah ada fatwa-fatwa lain yang sama dengan fatwa Lajnah Da’imah tersebut, seperti fatwa Majma’ Al-Fiqh Al-Islamy (Perkumpulan Fiqh Islamy) di Sudan yang menjelaskan tentang hukum Perusahaan Biznas (Salah satu nama perusahaan MLM). Fatwa Majma’ Al-Fiqh Al-Islamy Sudan ini dikeluarkan pada tanggal 17 Rabi’ul Akhir 1424 H, bertepatan dengan tanggal 17 Juni 2003 M pada majelis no. 3/24. kesimpulan dari fatwa mereka dalam dua poin-sebagaimana yang disampaikan oleh Amin ‘Am Majma Al-Fiqh Al-Islamy Sudan, Prof. DR. Ahmad Khalid Bakar-sebagai berikut: “Satu, sesungguhnya bergabung dengan perusahaan Biznas dan yang semisal dengannya dari perusahaan-perusaha an pemasaran berjejaring (MLM) tidak boleh secara syar’i karena hal tersebut adalah qimar.[1] Dua, Sistem perusahaan Biznas dan yang semisal dengannya dari perusahaan-perusaha an berjejaring (MLM) tidak ada hubungannya dengan akad samsarah[2]-sebagaimana yang disangka perusahaan (Biznas) itu dan sebagimana mereka mengesankan itu kepada ahlul ilmi yang memberi fatwa  boleh dengan alasan itu sebagai samsarah di sela-sela pertanyaan yang mereka ajukan kepada ahlul ilmi tersebut dan telah digambarkan kepada mereka perkara yang tidak sebenarnya-.” Fatwa Majma’ Al-Fiqh Al-Islamy Sudan di atas dan pembahasan bersamanya telah dibukukan dan diberi catatan tambahan oleh seorang penuntut ilmu di Yordan, yaitu syaikh ‘Ali bin Hasan Al-Halaby. Sepanjang yang  kami ketahui, belum ada dari para ulama ayang membolehkan sistem Multi Level Marketing ini. Memang ada sebagian dari tulisan orang-orang yang memberi kemungkinan bolehnya hal tersebut, tapi datangnya hanya dari sebagian para ulama yang dikabarkan kepada mereka sistem MLM dengan penggambaran yang tidak benar-sebagaimana dalam Fatwa Majma’ Al-Fiqh Al-Islamy-atau sebagian orang yang sebenarnya tidak pantas berbicara dalam masalah seperti ini. Akhirulkalam, semoga apa yang tertuang dalam tulisan ini ada manfaatnya untuk seluruh pembaca dan membawa kebaikan untuk kita. Wallahula’lam Fatwa Lajnah Da’imah pada tanggal 14/3/1425 dengan nomor (22935) Telah sampai pertanyaan-pertanya an yang sangat banyak kepada Al-Lajnah Ad-Da’imah Li Al-Buhuts Al-Ilmiyah wa Al-Ifta[3] tentang aktifitas perusahaan-perusaha an pemasaran berpiramida atau berjejaring (MLM)[4] seperti Biznas dan hibah Al-Jazirah. Kesimpulan aktifitas mereka adalah meyakinkan seseorang untuk membeli sebuah barang atau produk agar dia (juga) mampu meyakinkan orang-orang lain untuk membeli produk tersebut (dan) agar orang-orang itu juga meyakinkan yang lainnya untuk membeli, demikian seterusnya. Setiap kali bertambah tingkatan anggota dibawahnya (downline), maka orang yang pertama akan mendapatkan komisi yang besar yang mencapai ribuan real. Setiap anggota yang dapat meyakinkan orang-orang setelahnya (downline-nya) untuk bergabung, akan mendapatkan komisi-komisi yang sangat besar yang mungkin dia dapatkan sepanjang berhasil merekrut anggota-anggota baru setelahnya ke dalam daftar para anggota. Inilah yang dinamakan dengan pemasaran berpiramida atau berjejaring (MLM). JAWAB: Alhamdullilah, Lajnah menjawab pertanyaan diatas sebagai berikut: Sesungguhnya transaksi sejenis ini adalah haram. Hal tersebut karena tujuan dari transaksi itu adalah komisi dan bukan produk. Terkadang komisi dapat mencapai puluhan ribu sedangkan harga produk tidaklah melebihi sekian ratus. Seorang yang berakal ketika dihadapkan di antara dua pilihan, niscaya ia akan memilih komisi. Karena itu, sandaran perusahaan-perusaha an ini dalam memasarkan dan mempromosikan produk-produk mereka adalah menampakkan jumlah komisi yang besar yang mungkin didapatkan oleh anggota dan mengiming-imingi mereka dengan keuntungan yang melampaui batas sebagai imbalan dari modal yang kecil yaitu harga produk. Maka produk yang dipasarkan oleh perusahaan-perusaha an ini hanya sekedar label dan pengantar untuk mendapatkan komisi dan keuntungan. Tatkala ini adalah hakikat dari transaksi di atas, maka dia Read the rest of this entry »

Filed under: Al-Islam, Nasihat , ,

Abu Dzar Al Ghifari radhiyallahu’anhu

kitabBani Ghifar adalah qabilah Arab suku badui yang tinggal di pegunungan yang jauh dari peradaban orang-orang kota. Lebih-lebih lagi suku ini terkenal sebagai gerombolan perampok yang senang berperang dan menumpahkan darah serta pemberani. Bani Ghifar terkenal juga sebagai suku yang tahan menghadapi penderitaan dan kekurangan serta kelaparan. Latar belakang tabi’at kesukuan, apakah itu tabiat yang baik ataukah tabi’at yang jelek, semuanya terkumpul pada diri Abu Dzar.

Nama lengkapnya yang mashur ialah Jundub bin Junadah Al Ghifari dan terkenal dengan kuniahnya Abu Dzar. Di suatu hari tersebar berita di kampung Bani Ghifar, bahwa telah muncul di kota Makkah seorang yang mengaku sebagai utusan Allah dan mendapat berita dari langit. Serta merta berita ini sangat mengganggu penasaran Abu Dzar, sehingga dia mengutus adik kandungnya bernama Unais Al Ghifari untuk mencari berita ke Makkah. Unais sendiri adalah seorang penyair yang sangat piawai dalam menggubah syair-syair Arab. Berangkatlah Unais ke Makkah untuk mencari tau apa sesungguhnya yang terjadi di Makkah berkenaan dengan berita kemunculan utusan Allah itu. Dan setelah beberapa lama, kembalilah Unais kekampungnya dan melaporkan kepada Abu Dzar tentang yang dilihat dan didengar di Makkah berkenaan dengan berita tersebut. Ditanyakan oleh Abu Dzar kepada Unais : “Apa yang telah kamu lakukan ?”, tanyanya. Unais menjelaskan : “Aku sungguh telah menemui seorang pria yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan yang jelek”.

Abu Dzar bertanya lagi : “Apa yang dikatakan orang-orang tentangnya ?”.

Unais menjawab : “Orang-orang mengatakan, bahwa dia adalah tukang sya’ir, tukang tenung, dan tukang sihir. Tetapi aku sesungguhnya telah biasa mendengar omongan tukang tenung, dan tidaklah omongannya serupa dengan omongan tukang tenung. Dan aku telah membandingkan omongan darinya dengan omongan para tukang sya’ir, ternyata amat berbeda omongannya dengan bait-bait sya’ir. Demi Allah, sesungguhnya dia adalah orang yang benar ucapannya, dan mereka yang mencercanya adalah dusta”.

Mendengar laporan dari Unais itu, Abu Dzar lebih penasaran lagi untuk bertemu sendiri dengan orang yang berada di Makkah yang mengaku telah mendapatkan berita dari langit itu. Segeralah dia berkemas untuk berangkat menuju Makkah, demi menenangkan suara hatinya itu. Dan sesampainya dia di Makkah, langsung saja menuju Ka’bah dan tinggal padanya sehingga bekal yang dibawanya habis. Dia sempat bertanya kepada orang-orang Makkah, siapakah diantara kalian yang dikatakan telah meninggalkan agama nenek moyangnya ? Orang-orangpun segera menunjukkan kepada Abu Dzar, seorang pria yang ganteng putih kulitnya dan bersinar wajahnya bak bulan purnama. Abu Dzar memang amat berhati-hati, dalam kondisi hampir seluruh penduduk Makkah memusuhi dan menentang Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wa sallam. Dan orangpun di Makkah dalam keadaan takut dan kuatir untuk mendekat kepada beliau sallallahu alaihi wa aalihi wa sallam, karena siapa yang mendekat kepadanya bila dia adalah dari kalangan budak belian, akan menghadapi hukuman berat dari tuannya. Demikian pula bila dari kalangan pendatang dan tidak mempunyai qabilah pelindungnya di Makkah. Demi keadaan yang demikian mencekam, Abu Dzar tidak gegabah berbicara dengan semua orang dalam hal apa yang sedang dicarinya dan apa yang diinginkannya.

Dia hanya menanti dan menanti di Ka’bah, dalam keadaan semua perbekalannya telah habis. Dia berusaha mengatasi rasa lapar yang mengganggu perutnya dengan minum air zam-zam dan tidak ada makanan lain selain itu. Demikian terus suasana penantian itu berlangsung selama tiga puluh hari dan perut Abu Dzar selama itu tidak kemasukan apa-apa kecuali hanya air zam-zam. Ini sungguh sebagai karamah air zam-zam, karena nyatanya Abu Dzar badannya serasa semakin gemuk selama tiga puluh hari itu. Apa sesungguhnya yang dinantinya ? yang dinantinya hanyalah kesempatan menemui dan berdialog langsung dengan pria ganteng berwajah bulan purnama itu, untuk mengetahui darinya langsung agama apa sesungguhnya yang dibawanya. Dia setiap harinya terus menerus mengamati tingkah laku pria ganteng tersebut dan sikap masyarakatnya yang anti pati terhadapnya.

Di suatu hari yang cerah, Abu Dazar bernasib baik. Sedang dia berdiri di salah satu pojok Ka’bah, lewat di hadapan beliau Ali bin Abi Thalib dan langsung menegurnya, apakah engkau orang pendatang di kota ini ? Segera saja Abu Dzar menjawabnya : Ya ! Maka Ali bin Abi Thalib menyatakan kepadanya : Kemarilah ikut ke rumahku. Maka Abu Dzarpun pergi kerumah Ali untuk dijamu sebagai tamu. Dia tidak tanya kepada tuan rumah dan tuan rumahpun tidak tanya kepadanya tentang tujuannya datang ke kota Makkah. Dan setelah dijamu, Abu Dzarpun kembali ke Ka’bah tanpa bercerita panjang dengan tuan rumah. Tapi Ali bin Abi Thalib melihat pada gurat wajah tamunya, ada sesuatu keperluan yang sangat dirahasiakannya. Sehingga ketika esok harinya, Ali berjumpa lagi dengan tamunya di Ka’bah dan segera menanyainya : “Apakah hari ini anda akan kembali ke kampung ?”. Abu Dzar menjawab dengan tegas : “Belum !”. Mendapat jawaban demikian, Ali tidak tahan lagi untuk menanyainya : “Apa sesungguhnya urusanmu, dan apa pula yang mendatangkanmu ke mari ?”. Dan Abu Dzarpun terperangah mendapat pertanyaan demikian dari satu-satunya orang Quraisy yang telah menjamunya dan mengakrabkan dirinya dengan tamu asing ini. Tetapi Abu Dzar tidak lagi merasa asing dengan orang yang menjamunya ini, sehingga mendapat pertanyaan demikian langsung saja dia balik mengajukan syarat bernada tantangan : “Bila engkau berjanji akan merahasiakan jawabanku, aku akan menjawab pertanyaanmu”. Langsung saja Ali menyatakan janjinya : “Aku berjanji untuk menjaga rahasiamu”. Dan Abu Dzar tidak ragu lagi dengan janji pemuda Quraisy yang terhormat ini, sehingga dengan setengah berbisik dia menjelaskan kepada Ali : “Telah sampai kepada kami berita, bahwa telah keluar seorang Nabi”. Mendengar kata-kata Abu Dzar itu Ali menyambutnya dengan gembira dan menyatakan kepadanya : “Engkau sungguh benar dengan ucapanmu ?! ikutilah aku kemana aku berjalan dan masuklah ke rumah yang aku masuki. Dan bila aku melihat bahaya yang mengancammu, maka aku akan memberi isyarat kepadamu dengan berdiri mendekat ke tembok dan aku seolah-olah sedang memperbaiki alas kakiku. Dan bila aku lakukan demikian, maka segera engkau pergi menjauh”. Maka Abu Dzarpun mengikuti Ali kemanapun dia berjalan, dan dengan tidak mendapati halangan apa-apa, akhirnya dia sampai juga di hadapan Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dan langsung menanyakan kepada beliau. Inilah saat yang paling dinanti oleh Abu Dzar dan ketika Rasulullah menawarkan Islam kepadanya, segera Abu Dzar menyatakan masuk Islam dituntun Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dengan mengucapkan dua kalimah syahadat. Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wa sallam berwasiat kepadanya : “Wahai Aba Dzar, sembunyikanlah keislamanmu ini, dan pulanglah ke kampungmu !, maka bila engkau mendengar bahwa kami telah menang, silakan engkau datang kembali untuk bergabung dengan kami”.

Mendengar wasiat tersebut Abu Dzar menegaskan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wa sallam: “Demi yang Mengutus engkau dengan kebenaran, sungguh aku akan meneriakkan di kalangan mereka bahwa aku telah masuk Islam”. Dan Rasulullah mendiamkan tekat Abu Dzar tersebut.

Segera saja Abu dzar menuju Masjidil Haram dan di hadapan Ka’bah banyak berkumpul para tokoh-tokoh kafir Quraisy. Demi melihat banyaknya orang berkumpul padanya, Abu Dzar berteriak dengan sekeras- keras suara dengan menyatakan : “Wahai orang-orang Quraisy, aku sesungguhnya telah bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan aku bersaksi pula Muhammad itu adalah hamba dan utusan Allah”.

Mendengar omongan itu, para dedengkot kafir Quraisy marah besar dan mereka berteriak memerintahkan orang-orang di situ : “Bangkitlah kalian, kejar orang murtad itu”. Maka segera orang-orang mengerumuni Abu Dzar sembari memukulinya dengan nafsu ingin membunuhnya. Syukurlah waktu itu masih ada Al Abbas bin Abdul Mutthalib tokoh Bani Hasyim paman Rasulillah yang disegani kalangan Quraisy. Sehingga Al Abbas berteriak kepada masyarakat yang sedang beringas memukuli Abu Dzar : “Celakalah kalian, apakah kalian akan membunuh seorang dari kalangan Bani Ghifar yang kalian harus melalui kampungnya di jalur perdagangan kalian”. Demi masyarakat mendapat teriakan demikian, merekapun melepaskan Abu Dzar yang telah babak belur bersimbah darah akibat dari pengeroyokan itu. Demikianlah Abu Dzar, sosok pria pemberani yang bila meyakini kebenaran sesuatu perkara, dia tidak akan peduli menyatakan keyakinannya di hadapan siapapun meskipun harus menghadapi resiko seberat apapun. Dan apa yang dihadapinya hari ini, tidak menciutkan nyalinya untuk mengulang proklamasi keimanannya di depan Ka’bah menantang para dedengkot kafir Quraisy. Keesokan harinya dia mengulangi proklamasi keimanan yang penuh keberanian itu, dan teriakan syahadatainnya menimbulkan kembali berangnya para tokoh kafir Quraisy. Sehingga mereka memerintahkan untuk mengeroyok seorang Abu Dzar untuk kedua kalinya. Dan untuk kedua kalinya ini, Al Abbas berteriak lagi seperti kemarin dan Abu Dzarpun dilepaskan oleh masa yang sedang mengamuk itu dalam keadaan babak belur bersimbah darah seperti kemaren.

Setelah dia puas membikin marah orang-orang kafir Quraisy dengan proklamasi masuk Islamnya, meskipun dia harus beresiko hampir mati dikeroyok masa. Barulah dia bersemangat melaksanakan wasiat Rasulullah sallallahu alaihi wa aalihi wa sallam untuk pulang ke kampungnya di kampung Bani Ghifar. Abu Dzar pulang ke kampungnya, Read the rest of this entry »

Filed under: Al-Islam , ,

basmallah

Nasihat…

أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ"Apakah kalian merasa aman terhadap "Yang di langit" bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kalian?" [Al-Mulk:16] Menurut Ibnu 'Abbas yang dimaksud dengan "Yang di langit" adalah Allah seperti disebutkan dalam kitab Tafsir Ibnul Jauziy.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- dari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
سَيَأْتِيْ عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ, يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ, وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا اْلأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ . قِيْلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قال: الرَّجُلُ التَّافِهُ فِيْ أَمْرِ العَامَّةِ “Akan datang pada manusia tahun-tahun yang menipu; di dalamnya pendusta dibenarkan, orang jujur didustakan; orang yang penipu dipercaya, dan orang yang amanah dianggap pengkhianat, serta ruwaibidhoh ikut berbicara”. Ada yang bertanya, “Apa itu ruwaibidhoh (orang lemah)?” Beliau bersabda, “Dia adalah seorang hina (dungu) berkomentar tentang urusan umum”.
[HR. Ibnu Majah dalam Kitab Al-Fitan (4036). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no.1887)]
Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
فَوَاللهِ لاَ الْفَقْرُ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوْهَا كَمَا تَنَافَسُوْهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ “Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas diri kalian. Tapi khawatirkan kalau dibukakan dunia bagi kalian sebagaimana telah dibukakan bagi orang-orang (kafir) sebelum kalian, lalu mereka pun berlomba-lomba meraihnya sebagaimana mereka berlomba-lomba meraihnya; (aku juga khawatirkan) kalau dunia itu akan membinasakan kalian sebagaimana dunia telah membinasakan mereka”.
[HR. Al-Bukhori dalam Shohih-nya (3158, 4015 & 6425), dan Muslim (2961)]

Belajar tentang islam …

Mengikuti jejak pendahulu yang sholeh
Jihad adalah kemuliaan bukan kenistaan
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا وَاسْتَعِيْنُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ “Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ia berkata: ‘Sesungguhnya agama ini adalah mudah. Dan tidak seorangpun memberat-beratkan dalam agama ini kecuali ia yang akan terkalahkan olehnya. Maka berusahalah untuk benar, mendekatlah, gembiralah dan gunakanlah pagi dan petang serta sedikit dari waktu malam’.” [Shahih, HR. Al-Bukhari, Kitabul Iman Bab Ad-Dinu Yusrun]

Nasihat salaf…

"Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
[Umar bin Abdul Aziz]

RSS Problema muslim

  • Sikap Ahlussunnah Terhadap Pemerintah
    بسم الله الرحمن الرحيم Berikut ini adalah rekaman dari Muhadharah Al-Ustadz Muhammad As-Sewed pada hari Ahad, Tanggal 19 Dhulqa’da 1430 H / 08 November 2009 di Masjid Al-Mujahidin, Slipi Blok A, Jakarta Barat. Dengan tema “Membongkar Kedok Teroris & Sikap Ahlussunnah Terhadap Pemerintah”. Semoga bisa menjadi pencerahan bagi kita semua. - Sikap Ahlu […]
  • Tanya-Jawab Seputar Nadzor (Melihat Calon Istri/Suami)
    بسم الله الرحمن الرحيم Rekaman Kajian Islam rutin dalam pembahasan “Kitab Nikah” dengan sesi tanya-jawab seputar Nadzor yang disampaikan oleh Al-Ustadz Abdul Barr. - Tanya-Jawab Seputar Nadzor.mp3 Ket : Untuk Men-Download File, Klik kanan pada nama file diatas (mis : NamaFile.mp3) lalu “Save As” atau “Save Link As..” Posted in Muslimah/Kewanitaan, Pernikahan […]
  • Metode Menuntut Ilmu
    بسم الله الرحمن الرحيم Berikut ini adalah rekaman dari Muhadharah Al-Ustadz Dzulqarnain pada hari Ahad, Tanggal 13 Dhulqa’da 1430 H / 01 November 2009 di Masjid Nurul Irfan, Kampus UNJ Rawamangun, Jakarta dengan tema “Manhaj (Metode) Dalam Menuntut Ilmu”. - - Manhaj Menuntut Ilmu.mp3 Tanya-Jawab.mp3 Ket : Untuk Men-Download File, Klik kanan pada nama file di […]
  • Sebab-Sebab Agar Hati Menjadi Lembut
    بسم الله الرحمن الرحيم Berikut ini adalah rekaman dari Muhadharah Al-Ustadz Dzulqarnain pada hari Sabtu, Tanggal 12 Dhulqa’da 1430 H / 31 Oktober 2009 di Masjid Fatahillah, Depok, dengan tema “Sebab-sebab Agar Hati Menjadi Lembut”. - Sebab-Sebab Agar Hati Menjadi Lembut.mp3 Ket : Untuk Men-Download File, Klik kanan pada nama file diatas (mis : NamaFile […]
  • Hadirilah Kajian “Manhaj Salaf Dalam Menuntut Ilmu”
    بسم الله الرحمن الرحيم Posted in Adab Penuntut Ilmu, Akhlaq-Adab, Manhaj Tagged: kajian UNJ rawamangun, manhaj menuntut ilmu, Ustadz dzulqarnain
  • Anjuran Untuk Selalu Mengingat & Bersyukur Atas Nikmat Yang Allah Berikan
    بسم الله الرحمن الرحيم Berikut ini adalah rekaman dari Muhadharah Al-Ustadz Dzulqarnain pada hari Jum’at, Tanggal 30 Oktober 2009 di Masjid Fatahillah, Depok, dengan tema “Anjuran Untuk Selalu Mengingat & Bersyukur Atas Nikmat Yang Allah Berikan Serta Tidak Berlebih-lebihan Terhadap Segala Sesuatu”. Dari tafsir Surat An-Nahl & At-Takatsur. Anjuran Un […]

RSS Ulama sunnah

  • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Lima: Keutamaan Berdzikir
    Oleh: Asy Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ نَاساً مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُوْرِ بِاْلأُجُوْرِ يُصَلُّوْنَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُوْمُوْنَ كَمَا نَصُوْمُ، وَتَصَدَّقُوْنَ بِفُضُوْلِ أَمْوَالِ […]
  • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Empat: Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Empat: Haramnya Kezhaliman
    Oleh: Asy Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْغِفَارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ : يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلىَ نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّماً، فَلاَ تَظَالَمُوا . يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلاَّ مَنْ […]
  • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Tiga: Sarana-Sarana Kebaikan
    Oleh: Asy Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin عَنْ أَبِيْ مَالِكْ الْحَارِثِي ابْنِ عَاصِمْ اْلأَشْعَرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الطُّهُوْرُ شَطْرُ اْلإِيْمَانِ، وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلأُ الْمِيْزَانِ، وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلأُ – أَوْ تَمْلآنِ – مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ، و […]
  • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Dua: Jalan Menuju Surga
    Oleh: Asy Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ جَابِرْ بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : أَرَأَيْتَ إِذَا صَلَّيْتُ اْلمَكْتُوْبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْتُ الْحَلاَلَ، وَحَرَّمْت الْحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلَى ذَلِكَ شَيْئ […]
  • Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Kedua Puluh Satu: Keimanan dan Istiqamah
    Oleh: Asy Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin عَنْ أَبِي عَمْرو، وَقِيْلَ : أَبِي عَمْرَةَ سُفْيَانُ بْنِ عَبْدِ اللهِ الثَّقَفِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِي فِي اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَداً غَيْرَكَ . قَالَ : قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ [رواه مسلم] Dari Abu ‘Amr –ada juga yang menyebutnya- […]

RSS Akhwat…

  • Download Murottal Al-Qur’an Juz 28, 29, 30 (Al-Ustadz Abu Hazim Muhsin)
    “…dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil”. (Q.S. Al-Muzzammil:4) “Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR.Bukhari) “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an) maka baginya satu kebaikan, dan kebaikan itu akan dilipatkan sepuluh kali pahala. Tidaklah aku katakan bahwa alif lam mim it […]
  • Seruan untuk Ikhlas dan Ta’awun dalam Dakwah
    Alhamdulillah pada 15 Dzulqo’dah / 3 November lalu telah diadakan musyawarah pengurus Darussunnah Al-Islamy, dengan dihadiri Al-Ustadz Ali Basuki selaku salah satu penasehat kegiatan dakwah di Darussunnah. Pertemuan dibuka dengan taushiyah yang bermanfaat sekali dari Al-Ustadz Ali Basuki. Nasehat ini, walau beliau sampaikan di hadapan para pengurus Dar […]
  • Jangan Percaya Ramalan Bintang
    بسم الله الحمن الرحيم Penulis: Al Ustadzah Ummu Ishaq Al Atsariyyah Horoskop atau mudahnya kita sebut ramalan nasib seseorang dengan melihat bintang kelahirannya, termasuk satu kolom atau rubrik yang laris manis di surat kabar, tabloid, ataupun majalah. Bahkan bisa ditanyakan lewat sms ke paranormal tertentu yang memasang iklan di sejumlah media. Yang berbin […]
  • Siaran Langsung Dauroh Surabaya (Ust Dzulqarnain)
    Bismillahirrahmanirrahim Dengan Mengharap ridha Allah ‘azza wa Jalla Hadirilah Kajian Islam Ilmiyah Ahlussunnah Wal Jama’ah Bersama Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi hafizhahullah* Pada Sabtu – Ahad / 7-8 Nopember 2009 Mulai Pukul 8.00 – Menjelang Waktu Ashar Bertempat di Masjid Ar Rayyan Galaxy Bumi Permai N7/20 Semolowaru Kec.Sukolilo Surabaya Tema […]
  • Metode Selamat
    بسم الله الرحمن الرحيم Penulis: Ustadz Muhammad Umar As-Sewed Metode salaf, ahlus sunnah wal jama’ah dalam memahami agama ini sangat tepat dan selamat dari berbagai macam penyimpangan. 1. Dalam masalah Tauhid Mereka, para ulama ahlus sunnah selalu mementingkan tauhid dan menjelaskan bahwa tauhid لا اله إلاا الله bermakna “Tidak ada yang berhak diibadahi kecu […]
  • Hati-Hati dari Teman yang Buruk!
    بسم الله الرحمن الرحيم Penulis: Al Ustadzah Ummu Ishaq Al Atsariyyah Dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan: مَثَلُ الْـجَلِيْسِ الصَّالـِحِ وَالسُّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ. فَحَامِلُ الْـمِسْكِ إِمَّا أَنْ يَحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِق […]
  • Pembinaan Calon Pengajar Tarbiyyatul Aulad Al-Anshor Sleman Periode II 1430H
    بسم الله الرحمن الرحيم الإعلان PEMBINAAN CALON PENGAJAR TARBIYYATUL AULAD AL-ANSHOR SLEMAN PERIODE II 1430H السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Diberitahukan kepada segenap salafiyyin dan salafiyyah bahwa dalam rangka mempersiapkan tenaga pengajar untuk anak-anak, maka dengan ini Qism Tarbiyyatul Aulad Ma’had Al-Anshar mengadakan “Pembinaan Calon Pengajar Tarbiy […]
  • Berdamai itu Lebih Baik
    بسم الله الرحمن الرحيم Penulis: Al Ustadzah Ummu Ishaq Al Atsariyyah Kebersamaan sepasang insan yang dijalin dengan pernikahan tak selamanya seia sekata. Di antara mereka terkadang ada ketidakcocokan yang dapat memicu pertikaian. Ada yang tidak bisa mencintai pasangannya sehingga kebersamaan terasa hambar dan ingin diakhiri. Bisa jadi cinta itu tidak pernah […]

RSS Fakta…

  • Ebook gratis : Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya Turots dkk di Dunia & Indonesia
    Bismillah… Alhamdulillah semakin terang Jumi’iyyah Ihya at-Turots Indonesia (JITI) dengan nama Yayasan Lajnah Al Khairiyyah Al Musytarakah dan Jumi’iyyah Ihya at-Turots Kuwait. Para ulama’ yang faqih dan meneliti ttgnya, juga asatidzah yang memahami komplit ttg kejahatannya, sepakat mentahdzirnya, tanpa bedakan cabang Inggris, Indones […]
  • Yayasan Al Sofwa Dalam Sorotan (2) : Dalam Sangkar Pembelaan Abu Haidar cs
    <p align=\"center\" class=\"MsoNormal\"><strong>Yayasan Al Sofwa Dalam Sorotan (2)<br /> Dalam Sangkar Pembelaan Abu Haidar cs </strong></p> <p class=\"MsoNormal\">Semoga shalawat serta salam senantiasa dicurahkan Allah Ta’ala atas Muhammad Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi […]
Klik untuk mengenal lebih jauh Erwin

Erwin berkata….

erwin @twitter

Friendfeed

View my FriendFeed

Forum Mac User

Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia
Free open source Mac software

RSS Udaramaya…

  • Mempercepat Laju Photoshop Pada Komputer Berkapasitas Minimal
    Tentu saja, cara paling mudah untuk menyelesaikan masalah semua masalah komputer yang terjadi adalah memiliki sejumlah uang untuk membeli sebuah komputer yang jauh lebih baik. Itu semua cuma mudah dikatakan di mulut, khususnya ketika kita memang tidak memiliki modal yang cukup. Contohnya, jika kita hanya memiliki sebuah PC/Mac paling minimum dan setiap saat […]
  • 3 Langkah Oatmeal Memiliki Sebuah Komputer
    Oatmeal, kita mengenal Oatmeal sebagai salah satu makanan untuk orang yang menderita diabetes. Tapi Oatmeal yang satu ini bukan makanan untuk orang yang menderita diabetes, melainkan sebuah website yang membuat karikatur untuk sebuah topik dalam bentuk komik.
  • "Jalan Pintas" di Win 7
    Win 7 menambahkan banyak sekali jalan pintas antar program, memindahkan windows, menggerakan windows ke monitor lain, dan banyak lagi. Berikut ini adalah referensi cepat dari jalan pintas yang disediakan Win 7. Selain jalan pintas melalui keyboard, juga ada jalan pintas melalui mouse anda.
  • 10 Wiraswasta Muda Terkaya yang Merubah Guna Internet dan Lainnya
    Kekuatan internet dan jaringan global memberikan sayap bagi banyak wiraswasta dan perusahaannya sebuah kesempatan untuk mencapai pasar. Makin banyak pengguna bergabung dalam liga pengguna internet. Dengan banyaknya penciptaan lapangan kerja dari perusahaan kecil, wiraswasta muda telah menjadi sebuah alternatif berguna untuk menghasilkan generasi pencari uang […]
  • Windows Mulai Menjual Komputer
    NEW YORK--Sebuah gerakan baru dilakukan Microsoft. Microsoft mulai menjual komputer dan software pihak ketiga melalui toko online

RSS New-Freeware

RSS Top ten Freeware…

RSS Techrepublic…

RSS Gizmo…

  • Get a-squared Anti-Malware for Free On Wed 11 November
    Emsisoft are releasing their top rated a-squared Anti-Malware program with a free one year license. This offer is valid for 24 hours only commencing at 11:11 (CET) on Wednesday 11th November, 2009.
  • Get top rated Bullguard Internet Security Suite for Free
    Combine the excellent Agnitum Firewall with the excellent BitDefender AV and throw in online support direct from the product user interface and you get the Bullguard Internet Security Suite- one of Europe's most popular security products. Get a full 12 month license including support on November 5 and 6 only. A Gizmo's Freeware exclusive.
  • The Great 64 Bit Software Confusion Explained
    Does 32 bit software work on 64 bit versions of Windows? Is 64 bit software better than 32 bit? This short article explains all this and more in plain English
  • The Best Free Software for 64 Bit Windows 7 (and Vista)
    It's a common experience: you decide to move to 64 bit Windows and then find there is limited software you can use. Have no fear, at Gizmo's we've put together a list of the very best free software than runs on 64 Vista or Windows 7.
  • Best Free On-screen Keyboard
    On-screen keyboards fall into two classes: assistive and security. This brand-new review on our site looks at both classes and comes up with some definite recommendations. The recommended security OSK is outstanding so do check it out.

Blog Stats

  • 28,988 hits
web stats