RAJA FAHD KAFIR?! (PERTARUNGAN ANTARA IRSYADIYYUN PENGHINA SHAHABAT NABI DAN PARA ULAMA VS PENDUSTA QIBLATI AL IKHWANI) UPDATE:09/04/08
Bismillah. Jika tak kenal maka tak waspada, itulah salah satu slogan fakta.
Peringatan Keras!
Al Imam Al Hafidz Abul Qasim Ibnu ‘Asakir rahimahullah berkata:
“Ketahuilah wahai saudaraku – semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi petunjuk kepada kita semua ke dalam keridhaanNya dan menjadikan kita ke dalam golongan orang-orang yang takut kepadaNya dan bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa – bahwa daging para ulama itu beracun, sebagaimana diketahui bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengoyask penutup orang-orang yang menghinakan mereka dan siapa saja yang melepaskan lidahnya untuk menjelekkan dan menghinakan para ulama, maka akan ditimpakan oleh Allah kepada orang itu matinya hati sebelum kematian dirinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya):
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih” (QS. An Nur: 63)
Inilah bukti Fakta bagaimana orang-orang Irsyadiyyun yang merasa dirinya sedang membela Al Haq, membela dakwah Salafiyyah dari rongrongan fikrah takfiri yang dibalut dengan hiasan “Salafi Sejati” ternyata menggunakan cara-cara hina dengan menempuh jejak para pendahulunya dari Majelis Ifta’ dan Tarjih Al Irsyad Al Islamiyyah yakni merendahkan dan menghinakan kehormatan dan kemuliaan para Shahabat, para ulama pewaris para nabi! Na’udzubillahi min dzalik. Semoga Allah membalas penghinaan ini dengan kehinaan yang setimpal, amin.
Selengkapnya…
Dua bingkisan berharga. Pertama, inilah bingkisan istimewa “La Khilafiyyah wa LaLaLa Ijtihadiyah” dari Ihya’ut Turots buat segenap Turotsiyyin dari Sabang sampai Sorbone, dari Merauke sampai Maroko dan dari Buton sampai Boston,tak lupa tentunya buat Firanda dan Direktur Ma’had Al Irsyad Surabaya serta Caldok Muhammad Arifin nun jauh di sono:
http://abdurrahman.wordpress.com/2008/02/16/akrabnya-dai-turotsiy-dengan-musuh-dakwah-salafiyyah/
http://abdurrahman.wordpress.com/2008/02/10/pujian-pembesar-ihya-kepada-tokoh-ikhwaniy/
Maka tunjukkanlah hujjah dan burhan kalian wahai para ustadz syaikh turotsi bahwa bukti-bukti ini adalah Khilafiyah Ijtihadiyah! Na’am, malu adalah sebagian dari iman, akan tetapi tidak semua orang memiliki rasa malu dengan tindakan dan pembelaannya yang sungguh sangat sangat memalukan! Tetapi, jangan umat yang dikorbankan dan dijadikan bahan permainan.
Bingkisan kedua, buat http://fakta.blogsome.com dan http://tukpencarialhaq.wordpress.com dari Mr X. Wallahu a’lam, dari bahasanya, kami percaya bahwa Mr X adalah “turis lokal” Indonesia (istilah gaulnya “Buchery/ Bule dicat sendiry). Berikut tulisannya:
Mr X Bro | cyber_x@yahoo.com | 167.205.22.105
Assalamu’alaikum…
Hai pemilik blog fakta, tukpencarialhaq, dasar BAJINGAN
Makin hari
makin kurang ajar kalian
Blog kamu hanyalah blog fitnah sampah
Ana akan lacak keberadaan antum, mari kita bikin perhitungan
!!
2008/04/06 at 1:46 PM
Komentar: Wa’alaikumussalam. Anda memakai lokasi di ITB akh, tapi cuma proksi/topeng aja kan? Perjuangkan kebenaran dengan cara yang benar, jangan bertindak berani ancam pakai alamat rumah orang, kan kasihan ITB? Walhasil nama disembunyikan, lokasi disembunyikan. Mana ada fitnah dan sampah disertakan pula bukti faktanya? Ahsan tulis yang ilmiyah, silakan diadu dengan bukti dan hujjah yang kami tampilkan. Allahul Musta’an. Di pena pengunjung tuk pencarialhaq sudah banyak kok yang rujuk ilal haq setelah ditampilkannya langsung bukti-bukti yang kita miliki. Walhamdulillah.
ID Card Iblis dan Dakwah Aqlaniyah . Bagi anda sekalian yang menjadi karyawan atau pegawai tentu sudah menjadi hal yang “lumrah” jika di lehernya terkalung ID Card (kalau tidak dijepitkan di saku baju bagian atasnya). ID yang berisi identitas diri, nama, jabatan dan identitas penting lainnya yang kadang disertai pula foto sang pemilik. Tetapi kalau ID Card Iblis, pastikan bahwa di Qiblati anda akan menemukannya! ID Card bercorak aqlaniyyun yang aneh (dan menyesatkan!). Iblis yang dinyatakan beragama kufur (kafir) ternyata punya istri di dunia ini! Siapa dia? Wanita yang berpakaian tetapi telanjang…. Benarkah? Tanpa kita memungkiri bahwa memang benar ada berita nubuwwah tentang wanita yang berpakaian tetapi telanjang, tetapi divonis bahwa wanita yang demikian adalah istri Iblis tentulah merupakan tuduhan yang sangat dahsyat yang wajib bagi penuduhnya (Qiblati) membawakan hujjah, baik dari Al Kitab ataupun dari As Sunnah! Dan tak lupa untuk semakin mengesankan jati diri Qiblati sebagai majalah yang memiliki “nilai lebih”, di sisi kiri atas monitor anda perhatikanlah gambar “Iblis” yang ditampilkannya, berbulu, dengan bulu-bulu kepala yang tegak (walau telah disamarkan terlebih dahulu dengan cara menghapus bagian matanya).
http://img291.imageshack.us/img291/681/idiblis01bb7.jpg
http://img181.imageshack.us/img181/1968/idiblis002jw7.jpg
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Itu bukan gambar Iblis (sergah fanatikus Qiblati). Jika demikian, apa maksud Qiblati menampilkan gambar tersebut di pojok atas ID Card Iblis? Sebuah gambar iseng tanpa makna? Siapa sangka bahwa Qiblati juga menunjukkan “fakta mengejutkan” bahwa Iblis adalah direktur yang ternyata suka makan daging mayat! Dalilnya? Jangan anda bertanya ke Fakta tetapi tanyalah ke Syaikh Mamduh atau Agus Hasan, guru Abu Salma yang lihai dalam membantah para penyesat. Sekali lagi, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Untuk mengingatkan kembali ingatan kita, simak lebih lengkap sepak terjang Agus Hasan dan Qiblati Al-Ikhwaninya di artikel-artikel:
Agus Hasan Qiblati Terperosok Helah Sendiri
Kejahatan Irsyadiyyun Terhadap Ulama Pewaris Para Nabi
Upaya Menghancurkan Kredibilitas Ulama
Dokumen) Data Rahasia Seputar Daurah Masyayikh – bagian kedua
Ketika Para Ulama Dijadikan Lelucon dan Tertawaan…
(walaupun sebenarnya rentetan bukti-bukti tersebut masih belum semuanya sempat kami tampilkan).
Maka pada kesempatan ini kami tampilkan bukti fakta jejak-jejak orisinil pertarungan antara barisan pendusta kelas kakap yang dikomandani langsung oleh spesialis mubahalah, bapak Abdurrahman Tamimi Al Kadzdzab (simak lagi sebagian bukti Al Kadzdzabnya di artikel:
Si Pendusta Besar, Nama Lengkap & Kunyahnya
(Dokumen) Data Rahasia Seputar Daurah Masyayikh )
melawan rekan seperjuangannya sendiri, komandan Qiblati Al Ikhwani, Agus Hasan Bashari yang telah dicapnya pula sebagai pendusta. Kami berharap tidak ada lagi yang su’udzan bahwa bukti-bukti selebaran perang saudara yang dipublikasikan adalah hasil pemberian Amerika atau agen-agen rahasianya karena selebaran semacam itu bisa didapatkan oleh siapapun, hatta oleh seorang pemulung. Allah telah memudahkan kita mendapatkannya tanpa operasi intelijen atau harus menjadi jebolan CTPAT produk Amerika dulu untuk mendapatkannya. Walhamdulillah.
Memang, serapat-rapat tupai menyimpan bangkai, akhirnya tak kuat juga hidung tupai ini menahan bau menyengat dari bangkai hizbiyyah yang disimpannya sendiri. Apalagi artikel fakta sudah sejak lama “memperingatkan” bau hizbiyyah yang menyengat dari kandang Agus Hasan Bashari dan majalah Qiblatinya. Sampai kapan mampu menahan?
Kejadian terakhir tentu anda sekalian masih ingat adegan sopir ugal-ugalan yang mengebut kencang dengan berjalan zigzag membahayakan penumpang di dalamnya yang hampir menabrak petani dalam keadaan dishooting dan ditertawakan sepenuh perasaan (yang tak berperasaan) oleh rombongan mobil kru Qiblati di belakangnya yang disopiri langsung oleh Abu Salma.
Zakir Naik-Jum’iyyah Ahli Hadits India dan Dakwah Hizbiyyah Ikhwaniyyah
Tak ketinggalan, dr. Zakir Naikpun dielu-elukan sebagai pahlawan:
http://img297.imageshack.us/img297/180/qzakirahlusunahok7.jpg
Bagaimana pandangan “mufti CTPAT” terhadap dokter bedah dari India di atas? Senada dengan pujian Qiblati, Abu Salma menulis:
“Islamic Research Foundation (Yayasan Riset Islami) yang diketuai oleh DR. Zakir Naik, seorang ilmuwan Islam jenius, …” (Poligami Dihujat).
Di artikel lainnya, Abu Salma (menggunakan nama alias Abu Hudzaifah) menulis:
“Bagi para ikhwah yang tertarik dengan modern sains dan bantahan-bantahan terhadap saintis sekuler atau yang berideologi materialistis, saya lebih menyarankan untuk merujuk kepada tulisan-tulisan dan ceramah al-Ustadz DR. Zakir Naik al-Hindi, seorang ilmuwan muda India yang telah hafal al-Qur’an pada usia 10 tahun, dan sekarang menjadi presiden IRF (International Research Foundation) India. Beliau juga dekat dengan masyaikh jum’iyah Ahlul Hadits India, sehingga insya Allah dalam masalah aqidah, beliau jauh lebih salimah daripada ilmuwan muslim lainnya seperti Harun Yahya. Walaupun di dalam beberapa hal beliau juga melakukan kesalahan-kesalahan yang perlu mendapatkan perhatian tersendiri. Oleh karena itu, kami tidak mengambil perkara manhaj dari beliau (DR. Zakir Naik), namun di dalam perkara yang beliau berkompeten di dalamnya, maka tidak ada alasan bagi kami menolaknya.” (Beberapa Kesalahan Fatal di Buku Harun Yahya).
Perhatikanlah pernyataan paradoks (baca: bingung) di atas, pertama memuji kejeniusan Zakir Naik dan mengajak merujuk pada bantahan-bantahannya karena kedekatannya dengan masyayikh di Jum’iyah Ahlul Hadits India seraya mengakui kesaliman aqidahnya. Walau kemudian berbalik berlepas diri dari manhaj yang dianutnya. Seolah-olah dia ini sedang berperan sebagai seorang ulama mumpuni yang mampu untuk memilih dan memilah mana yang haq dan mana pula pemikiran yang batil. Subhanallah.
Walhasil, berikut beberapa fakta pembanding mengenai dr. Zakir Naik dan organisasi Jum’iyyah Ahli Hadits India, pahlawan kebanggaan Agus Hasan, Qiblati dan Abu Salma at-Tirnaty dan silakan pembaca sekalian yang menilai sendiri sejauh mana beda fakta yang nyata dengan bobot penisbatan mereka terhadap dakwah Salafiyah:
Setiap muslim harus menjadi teroris!! Kata Zakir Naik.
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=9&Topic=5928
Zakir naik is Jaahil!! Kata Syaikh Yahya Al Hajuri hafidhahullah:
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=9&Topic=5477
30 Pertanyaan Syaikh Yahya Al hajuri hafidhahullah kepada Zakir Naik:
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=9&Topic=5891
Zakir Naik: Allah, Brahma atau Wisnu (!!?)
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=8&Topic=4240
Zakir Naik: “SALAFI, how many salafees are there? QUTUBI (SALAFEES), SUROOREE (SALAFEES), MADHKHALEE (SALAFEES) (referring to Shaykh Rabee), I can take names”:
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=9&Topic=5611
Masih ingat dengan bukti “nongolnya” gembong besar Ikhwani Thariq Suwaidan di situs Al Sofwa Al Muntada Jakarta? http://img64.imageshack.us/img64/7177/sofwapromogembongsururife9.jpg
Sekarang lihatlah gembong ini ketika duduk bersama Zakir Naik:
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=14&Topic=1081
Al Qur’an adalah Kalamullah, tetapi di sisi jenius pahlawan Qiblati dan Abu Salma, Allah-lah yang telah memproduksi Al Qur’an!?
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=8&Topic=5149
Bukti Fakta Jam’iyah Ahli Hadits India Bermanhaj Ikhwani. Inilah bukti fakta kehizbian organisasi yang “direkomendasi” oleh Abu Salma:
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=9&Topic=4477
Demikianlah sebagian bukti fakta sisi lain Zakir Naik dan Jam’iyah Ahli Hadits India yang “luput” diterangkan Irsyadiyyun Abu Salma dan Qiblatiyun Agus Hasan Bashari.
Kemesraan itu….
Gembong sururi, Muhammad Shalih Al Munajjidpun[1] dipromosikan di majalah Qiblatinya dai lintas manhaj Agus Hasan Bashari (dia menggunakan nama alias: Abu Hamzah Ibnu Qamari) sebagai ulama yang terkemuka.
“Syaikh Muhammad shalih al-Munajjid seorang da’i yang telah terkenal mengatakan..”
Simak buktinya:
http://img175.imageshack.us/img175/1372/qmunajidro3.jpg
Begitu sayangnya Qiblati dengan gembong sururi di atas sehingga artikel lain diplublikasikan pula:
http://img174.imageshack.us/img174/6880/qiblatipromomunajid0xy2.jpg
Di lain waktu, ketika ada pertanyaan klarifikasi mengenai gembong Sururi ini yang dimuat di majalah sejawatnya sendiri, Al Furqan Gresik, maka bak gayung bersambut dengan bawahannya (Abu Hamzah), dengan penuh emosional mufti Qiblati (Syaikh Mamduh) mengeluarkan pembelaannya:
http://img297.imageshack.us/img297/3985/mamduhbelamunajid2ws8.jpg
“Dan kami memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mengampuni anda atas kelancangan anda terhadap seorang ulama. Syaikh Munajjid adalah seorang alim yang utama. Beliau memiliki kesungguhan besar dalam dakwah. Seandainya anda mengikuti seluruh pengambilan dalil dalam fatwa-fatwanya maka anda akan senantiasa mendapati beliau mengambil pendapat Syaikh Bin Baz, Ibnu ‘Utsaimin, al-Albani, dan Haiah Kibaril Ulama…maka kami mengharuskan anda untuk menegakkan dalil….Kemudian kami berharap anda memberikan isyarat kepada kami satu penyimpangan saja dari makalah beliau dalam majalah ini…”
Bukan kami bermaksud membantu pembaca majalah hizbi Al Furqon Gresik yang menjadi kolaborator dakwah At-Turots http://img75.imageshack.us/img75/2407/alfurqonturatsisampuldpzs5.jpg
jika kami juga berkewajiban menegakkan hujjah (dengan bukti di atas) kepada Qiblati yang nyata-nyata membela gembong sururi ini!
Kita katakan kepada Syaikh Mamduh, Abu Hamzah Agus Hasan Bashari Ibnu Qamari dan segenap kru serta pembaca setia majalah Qiblati Al Ikhwani: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un atas pengakuan kalian sebagai Ahlussunnah!”
Benar, jika tak tahu Fakta yang sebenarnya, bisa celaka jika terjebak mengidolakan mereka!
Dan sekarang simaklah aksi “kamikaze” ustadz Abdurrahman Tamimi dan cs-nya yang “lupa” menengok tengkuk sendiri (baca: tanpa rasa malu) dengan aksi mubahalah sebelumnya karena tidak terima “dituduh” oleh beberapa “anak ingusan” (dengan bukti-bukti tak terbantahkan) mempunyai hubungan dengan Al-Sofwa Jakarta dan At-Turots Kuwait (padahal telah datang bukti faktanya bagaimana dia mengundang wakil-wakil resmi Al-Sofwa dan At-Turots di acara daurah masyayikh yang diselenggarakannya). Bapak spesialis mubahalah ini akan menyuguhkan kepada kita fakta kesaksiannya mengenai pemikiran takfiri yang dimiliki oleh pemilik Qiblati, Syaikh Mamduh bin Farhan Al-Buhairi (walaupun juga pura-pura lupa diri bahwa panitia daurah masyaikh yang diselenggarakannya juga mengundang wakil-wakil resmi Teroris Takfiri dari Al Mukmin Ngruki dan Darusysyahadah Boyolali sebagaimana dokumen yang telah kita publikasikan). Duhai, inilah kisah pertarungan antara pendusta kelas kakap melawan pendusta lainya dan jangan coba-coba kita meniru sikap hizbiyyah tercela mereka. Dosa akan mengundang murka Allah.
http://img217.imageshack.us/img217/5150/sisilainustmamduh01gz6.jpg
http://img228.imageshack.us/img228/7163/sisilainustmamduh02ec6.jpg
http://img145.imageshack.us/img145/5079/sisilainustmamduh03ig1.jpg
http://img233.imageshack.us/img233/7153/sisilainustmamduh04lk1.jpg
Irsyadiyyun mencoba meluruskan kawan seperjuangan, Qiblati Al Ikhwani:
http://img88.imageshack.us/img88/3120/meluruskancatatansejaraqj1.jpg
http://img233.imageshack.us/img233/12/meluruskancatatansejaravs3.jpg
http://img229.imageshack.us/img229/2046/meluruskancatatansejaracx5.jpg
Demikian (untuk sementara ini) semoga dapat menjadi ibrah bagi kita sekalian bahwa kedustaan hizbiyyah hanyalah menunggu waktu kapan tesingkap kehinaannya. Seperti pepatah yang pernah dinukil, bisul hanyalah menunggu kapan waktu “meledaknya”. Saling tahdzir dan hajr mewarnai fenomena dakwah hizbiyyah mereka. Menggunting dalam lipatan, menggilas kawan seiring menjadi menu harian. Tetapi… kapan Firanda melanjutkan edisi kedua buku Fenomena tahdzir dan hajr sesama pendukung Ihya’ut Turots? Katanya sih mau Lerai Pertikaian, kok kawan sendiri yang justru bertikai.
Tidak usah heran dengan aksi saling menyikat dan menyikut sesama mereka, nggak ada salahnya jika kita membuka lagi artikel:
Syubuhat Irsyadiyyun dan Turatsiyyun…
Turatsiyyah-Surkatiyyah Sebagai Gerakan Kanibalisme
Menyaksikan fenomena “buku Firanda” di atas, kami jadi teringat dengan pidato heroik bapak Abdurrahman Tamimi sendiri ketika menceramahi para peserta muktamar Masyayikh Salafiyyin ke-1 di Markas Al-Albani, Yordania yang mengatakan:
“Sungguh mereka telah menjauhkan manusia dari dakwah Salafiyyah yang haq ini, akibat perangai mereka yang buruk dan dakwah mereka yang kasar lagi jelek. Tidaklah seorang menyelisihi mereka, sekalipun itu dari teman-teman mereka sendiri, melainkan mereka membid’ahkannya dan mengucilkannya dari pergaulan dengan mereka….
Akan tetapi segala puji bagi Allah, kekuatan mereka hancur berkeping-keping sehingga hilang dan lenyaplah kekuatan mereka. Tersingkaplah keburukan mereka, permusuhan diantara mereka sendiri sangat sengit, mereka bercerai-berai, dan ini adalah pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Sesungguhnya Allah tidak akan memperbaiki perbuatan orang-orang yang merusak.
Sekalipun mereka melakukan suatu perbuatan yang mereka inginkan untuk mengelabui manusia…dan sekalipun mereka merubah kulit-kulit (baju-baju) mereka untuk menjelekkan dan mengacaukan….dan sekalipun mereka membaguskan penampilan mereka, untuk menyembunyikan kejelekan mereka.
Semua itu –dan selainnya- sekali-kali tidak akan ada kelangsungannya atau perbaikannya, sekali-kali tidak akan berjalan bersamanya amal kebenaran yang jelas, justru ia akan hilang dan meleleh serta tidak akan kembali”
Apakah beliau sedang mempersiapkan autobiografi perjalanan dakwah hizbiyyah teman-temannya sendiri? Yang kita tahu, bapak Abdurrahman Tamimi termasuk jajaran pembesar yang merekomendasi Buku Emas Ihya’ut Turots dan tidakkah ada diantara kita yang merasa aneh dengan standar ganda beliau ketika menggugat pemikiran takfir orang (Mamduh) “yang tidak punya organisasi atau perkumpulan” sementara telinga kita sama sekali belum mendengar bantahan “dahsyat” beliau terhadap Nadim Al Misbahi, Presiden Ihya’ut Turots, serta Abdurrahman Abdul Khaliq yang juga memiliki pemikiran takfiri, menghalalkan sebagian yang haram, menghalalkan demonstrasi, dan lain-lain pemikiran hizbiyyah Ikhwaniyah Siyasiyah (sedahsyat bantahannya terhadap Mamduh dan Agus Hasan yang tidak punya organisasi/perkumpulan hizbiyyah). Ya tentu saja lain, dana Ihyaut’ Turots kan kelas kakap dibandingkan dana Qiblati yang kelas teri. Tokoh-tokoh Ihya’ juga tokoh-tokoh hizbi kelas kakap. Bedanya, kita belum mendapatkan bukti bahwa Mufti Masjidil Haram merekomendasi Ihya’ut Turots sebagaimana Qiblati berhasil menjadikan beliau sebagai penasehat majalah hebohnya. Bukankah ini khilafiyah ijtihadiyah? Kenapa bapak Abdurrahman Tamimi tidak mengindahkan kaidah-kaidah emas Firanda yang beliau rekomendasi sendiri dalam menyikapi khilafiyah ini? Sssst..siapa yang percaya kalau masalah Ihya’ adalah khilafiyah ijtihadiyah sebagaimana jika anda sekalian disodori pertanyaan “Siapa orangnya yang percaya bahwa para masyayikh Salafiyyin membolehkan demonstrasi, berpolitik parlemen, mempersaudarakan Ahlussunnah dengan Rafidhah, bergandengan mesra dengan Ikhwanul Muslimin, menengadahkan tangan meminta bantuan Rafidhah, menjelek-jelekkan para pemimpin muslim di jazirah Arab dan lain-lain bukti yang dipegang oleh Salafiyyin Kuwait sebagaimana sebagiannya ditulis dalam artikel:
Salafiyyin Kuwait Bongkar kesesatan Ihya’ Turats
Mereka tidak merasa malu menghindar dari pembahasan bukti-bukti ilmiyah kesesatan dan kejahatan Ihya’ut Turots yang dipegang oleh Salafiyyin dengan berlindung di balik teriakan “Khilafiyyah ijtihadiyah” sebagaimana mereka tidak merasa malu ketika menghantam fikrah 2 orang (baca:gelintir) temannya sendiri dengan penuh keberanian dan keheroikan. Bukan bermaksud membela jika kita lontarkan pertanyaan menggelitik kepada Syaikh Ustadz Abdurrahman Tamimi beserta segenap kru “Salafi”nya: “Apakah kesesatan Ustadz Mamduh dan Agus Hasan Bashari jauh lebih dahsyat dan lebih berbahaya kepada umat daripada kejahatan Ihya’ut Turots wahai ustadz? Ataukah dana Ihya’ut Turots jauh lebih dahsyat daripada dana ustadz Mamduh wahai ustadz sehingga anda sekalian bersikap rifqan kepada Ihya’ut Turats? Sekali lagi, dari segi manhaj tidak ada yang membikin manusia-manusia yang kerdil hatinya jatuh hati kepada Ihyaut Turots, adapun dari segi dana? Mana tahan godaan dahsyatnya? Kalau dana Ihya’ tidak diambil oleh Ahlussunnah maka akan diambil oleh Ahlul bid’ah sehingga bid’ah semakin berkembang! Bukankah demikian helahmu wahai Firanda?
Firanda berkata:”Yang tampak, kemudharatan-kemudharatan yang dikhawatirkan sa’at bermuamalah dengan yayasan tadi tidaklah terjadi, alhamdulillah. Bahkan sebaliknya justru kemaslahatan yang di dapat dengan mu’amalah dengan yayasan ini”. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un!!
Syaikh Muqbil Rahimahullah berkata: “Saya (Syaikh Muqbil) menganggap ia (Abdurrahman Abdul Khaliq-peny) memecah-belah barisan Ahlus Sunnah dengan membuat tipu daya melalui hartanya, tidak melalui pemikirannya. Ia bangkit dari Kuwait ke Indonesia (Abu Nida cs, red), Mesir dan beberapa negara lainnya. Saya berpendapat tidak benar menyerahkan dana kepada Yayasan Ihya’ut Turots karena mereka gencar memecah-belah dakwah Ahlus Sunnah sehingga Ahlus Sunnah di Jeddah dan Sudan terpecah.
Di Yaman banyak orang yang tertipu oleh kekayaannya bukan pemikirannya. Saya beritahukan kepada pemuda-pemuda Salaf Kuwait bahwa Yayasan Ihya’ut Turots memberikan dana yang menimbulkan bencana kepada orang-orang yang tertipu tersebut. Abdul Qadir Asy-Syaibani dan Muhammad Abdul Jalil saling bermusuhan gara-gara dana Ihya’ut Turots”.( http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=549 )
Sungguhpun Firanda telah berusaha keras untuk meyakinkan umat bahwa Ihya’ut Turots adalah yayasan Ahlus Sunnah sebagaimana nama-nama Kibar ulama yang disebutnya telah mentazkiyah yayasan tadi, tetapi tampaknya keraguan tentang status yayasan “Al-Khairiyyah” Ihya’ut Turots masih menyelimuti dirinya.
Firanda berkata:”Dana tersebut akhirnya tidak tersalurkan kepada ahli bid’ah. Jika dana ini tidak segera diambil dan dimanfaatkan oleh Ahlus Sunnah, sementara para dermawan terus menyalurkan kelebihan harta yang mereka miliki, bisa jadi akhirnya yang memanfaatkan dana tersebut adalah ahli bid’ah, sehingga bid’ahpun semakin berkembang” (Lerai…, hal.242)
Kita katakan:”Kenapa anda harus kuatir –wahai Firanda- bahwa yayasan ini –sebanyak apapun dana yang berhasil dihimpunnya- dari “kaum Mukminin-Muslimin” akan disalurkannya kepada ahli bid’ah sehingga bid’ah semakin merajelela?! Bukankah yayasan ini adalah “yayasan Ahlus Sunnah” yang banyak membantu Salafiyyin dan dakwah Salafiyyah sebagaimana kampanye yang sedang anda kibarkan?
Kenapa Yayasan Ahlus Sunnah ini harus berpikir untuk membantu dan menyerahkan dana mukmininnya kepada Ahlul Bid’ah sehingga bid’ah semakin merajalela?!
Sesungguhnya, ucapan anda ini jelas-jelas menunjukkan keragu-raguan anda terhadap Status Ahlus Sunnahnya Ihya’ut Turots sebagaimana yang anda gembar-gemborkan kepada umat! Jangan menipu nurani anda!! Allahul Musta’an.
Lalu apa artinya tulisan:”Yang nampak, kemudharatan-kemudharatan yang dikhawatirkan saat bermu’amalah dengan yayasan tadi tidaklah terjadi, alhamdulillah” (Lerai…,hal.242)?! Kalau demikian kenyataannya, (lagi-lagi) kenapa anda harus kuatir bahwa yayasan ini akan menyalurkan dananya kepada Ahli Bid’ah?! Apakah hati nurani anda sendiri sebenarnya meragukan statemen yang anda tulis wahai Firanda? Ataukah anda tidak mampu menutup kenyataan bahwa yayasan Hizby ini selama ini memang benar-benar telah terbukti membantu Ahlul Bid’ah wal Hizbiyyah?! Apakah anda hendak meruntuhkan pernyataan anda sendiri ?! (Badai Fitnah Dakwah Ihya’ At Turots, Bab XXV, BUKU SYAHADAH MUHIMMAH
LERAI PERTIKAIAN ”MADE IN” KANTOR PUSAT IHYA’UT TUROTS KUWAIT ((Dilema Ihya’ut Turots, Antara Tuntutan Dana, Popularitas Diri & Upaya Mencari Sensasi)
Demikianlah, dibalik semangatmu untuk membela Ihya’ut Turots ternyata kalian sendiripun tidak yakin bahwa Ihya’ut Turots benar-benar yayasan yang tegak di atas dakwak salafiyyah. Aneh tetapi…inilah fakta dakwah luarbiasa yang di luar kebiasaan. Allahul Musta’an. Read the rest of this entry »